
| Table of Content |
| Stats |
| Skills |
| Skill Ascension |
| Related Items |
| Gallery |
| Sounds |
| Quotes |
| Stories |
Stats
| Lv | HP | Atk | Def | CritRate% | CritDMG% | Bonus CritRate% | Materials | Total Materials |
| 1 | 770 | 11.17 | 70.6 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20 | 1998 | 28.98 | 183.13 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20+ | 2659 | 38.56 | 243.67 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40 | 3978 | 57.7 | 364.61 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40+ | 4447 | 64.5 | 407.62 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50 | 5117 | 74.21 | 468.97 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50+ | 5742 | 83.28 | 526.32 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60 | 6419 | 93.09 | 588.3 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60+ | 6888 | 99.9 | 631.31 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70 | 7570 | 109.8 | 693.86 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70+ | 8040 | 116.6 | 736.87 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80 | 8730 | 126.61 | 800.13 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80+ | 9199 | 133.42 | 843.14 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90 | 9895 | 143.51 | 906.89 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90+ | 9895 | 143.51 | 906.89 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 100 | 10598 | 175.79 | 971.35 | 5.0% | 50.0% | 19.2% |
Skills
Active Skils
![]() | Capture Protocol | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Melancarkan hingga 3 serangan berturut-turut menggunakan busur. Melancarkan sebuah Saat membidik, kristal batu akan berkumpul di ujung anak panah. Setelah terkumpul penuh, anak panah yang diluncurkan akan mengakibatkan Melancarkan hujan panah dari udara dan menerjang tanah dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan DMG Area saat mendarat. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Countermeasure: Lumi's Battle Cry! | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bertualanglah bersama Lumi! Lumi akan melancarkan jenis serangan yang berbeda berdasarkan Mode Tekan yang berbeda. Lumi akan menyerang musuh di sekitar dalam Saatnya unjuk gigi! Setelah menggunakan Elemental Skill, saat menekan Elemental Skill atau Normal Attack secara terus-menerus, Linnea akan memberi Lumi makan permata-permata yang berkilauan. Lumi yang sudah kenyang akan menyerang dengan Selain itu, ketahanan Linnea terhadap interupsi akan meningkat saat menekan Elemental Skill terus-menerus. "Giliranmu, Lumi!" | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Memo: Survival Guide in Extreme Conditions | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bahkan petualang paling hebat pun perlu istirahat yang cukup! Linnea memanggil Lumi dalam bentuk Jika Lumi sudah menyerang saat Elemental Burst dilancarkan, maka durasi Lumi akan diulang dan Bentuk Serangan Lumi tidak akan berubah. "Bagi petualang profesional, aturan nomor satu saat menghadapi situasi yang membahayakan nyawa adalah: lebih baik mundur menyelamatkan diri daripada memaksa membuat penemuan baru!" | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Passive Skills
![]() | Moonsign Benediction: Habitat Survey |
| Saat Karakter dalam party memicu reaksi Hydro Crystallize, reaksi tersebut akan dikonversi menjadi Lunar-Crystallize. Untuk setiap 100 poin DEF Linnea, DMG dasar reaksi Lunar-Crystallize meningkat 0,7%, dengan maksimum 14% peningkatan yang bisa didapatkan dengan cara ini. Selain itu, saat Linnea ada di dalam party, |
![]() | Field Observation Notes |
| Saat Lumi berada di medan pertempuran, |
![]() | Universal Naturalist Archive |
| Linnea akan meningkatkan Elemental Mastery Karakter tertentu di dalam party berdasarkan Karakter aktif di dalam party. Jumlah peningkatannya adalah sebesar 5% DEF Linnea. Jika Karakter aktif dalam party sendiri adalah: ·Karakter Moonsign: Meningkatkan Elemental Mastery Karakter ini. ·Bukan Karakter Moonsign: Meningkatkan Elemental Mastery Linnea sendiri. |
![]() | Master Adventurer |
| Saat tidak dalam kondisi bertempur, waktu yang diperlukan untuk melakukan charge ·Hewan tertentu: ·Bijih bebatuan yang dipakai untuk menempa: Linnea akan mengutus Lumi untuk menghancurkan bijih yang ditandai oleh DMG yang diakibatkan |
Constellations
![]() | Provisional Classification |
| Saat melancarkan Elemental Skill Selain itu, saat Lumi menggunakan |
![]() | Tidings of Joy and Sorrow |
| Dalam 8 detik setelah memicu Moondrift Harmony, CRIT DMG seluruh Karakter |
![]() | Eventful Log Page |
| Meningkatkan 3 level Elemental Skill Maksimum: Lv. 15. |
![]() | Expert Instinct |
| Setelah memicu Moondrift Harmony, DEF Linnea dan Karakter aktif sendiri dalam party meningkat 25% selama 5 detik. Saat Linnea ada di medan pertempuran, efek peningkatan DEF di atas dapat ditumpuk. |
![]() | Fairyland's Farewell Gift |
| Meningkatkan 3 level Elemental Burst Maksimum: Lv. 15. |
![]() | Golden Beagle's Dream |
| Efek Konstelasi |
Skill Ascension
Gallery
Sounds
| Title | EN | CN | JP | KR |
| Party Switch | ||||
| Party Switch when teammate is under 30% HP | ||||
| Party Switch under 30% HP | ||||
| Opening Chest | ||||
| Normal Attack | ||||
| Medium Attack | ||||
| Heavy Attack | ||||
| Taking Damage (Low) | ||||
| Taking Damage (High) | ||||
| Battle Skill #1 | ||||
| Battle Skill #3 | ||||
| Sprinting Starts | ||||
| Jumping | ||||
| Climbing | ||||
| Heavy Breathing (Climbing) | ||||
| Open World Gliding (Start) | ||||
| Open World Idle | ||||
| Fainting | ||||
| Idle Performance |
Quotes
Audio Language:
| Title | VoiceOver |
| Halo | |
| Berbincang: Lumi | |
| Mengobrol: "Speranza" | |
| Mengobrol: Arsip | |
| Setelah Hujan | |
| Ketika Turun Salju | |
| Ketika Angin Bertiup | |
| Di Padang Pasir | |
| Selamat Pagi | |
| Selamat Siang | |
| Selamat Malam | |
| Selamat Tidur | |
| Tentang Linnea: Pengejaran dan Penantian | |
| Tentang Linnea: Masa Kecil | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Kita: Pengalaman Bertualang | |
| Tentang Kita: Berbagi | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Tentang Moon Wheel | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Berbagi Cerita | |
| Kisah Menarik | |
| Tentang Aino | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Ineffa | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Lauma | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Flins | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Nefer | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Illuga | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Sandrone | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Vodyanitsa | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Linnea: I | |
| Mengenal Linnea: II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Mengenal Linnea: III | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Linnea: IV | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Mengenal Linnea: V | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Hobi Linnea | |
| Kekhawatiran Linnea .... | |
| Makanan Favorit | |
| Makanan yang Tidak Disukai | |
| Menerima Hadiah: I | |
| Menerima Hadiah: II | |
| Menerima Hadiah: III | |
| Ulang Tahun | |
| Perasaan Tentang Ascension: Permulaan | * Terbuka saat Ascension tahap 1 |
| Perasaan Tentang Ascension: Persiapan | * Terbuka saat Ascension tahap 2 |
| Perasaan Tentang Ascension: Klimaks | * Terbuka saat Ascension tahap 4 |
| Perasaan Tentang Ascension: Konklusi | * Terbuka saat Ascension tahap 6 |
| Elemental Skill: I | |
| Elemental Skill: II | |
| Elemental Skill: III | |
| Elemental Skill: IV | |
| Elemental Skill: V | |
| Elemental Skill: VI | |
| Elemental Burst: I | |
| Elemental Burst: II | |
| Elemental Burst: III | |
| Membuka Peti Harta: I | |
| Membuka Peti Harta: II | |
| Membuka Peti Harta: III | |
| HP Rendah: I | |
| HP Rendah: II | |
| HP Rendah: III | |
| HP Rekan Rendah: I | |
| HP Rekan Rendah: II | |
| Gugur: I | |
| Gugur: II | |
| Gugur: III | |
| Menerima Serangan Ringan: I | |
| Menerima Serangan Ringan: II | |
| Menerima Serangan Hebat: I | |
| Menerima Serangan Hebat: II | |
| Bergabung ke Party: I | |
| Bergabung ke Party: II | |
| Bergabung ke Party: III |
Stories
| Title | Text |
| Info Karakter | Di antara banyaknya konsultan di Adventurers' Guild, tidak diragukan lagi bahwa Linnea adalah yang paling istimewa. Meskipun dijuluki sebagai seorang "konsultan", dia lebih seperti seorang pengembara yang selalu berada di jalan ketimbang hanya duduk tenang di meja serta menelaah berkas-berkas. Baginya, hanya dengan cara bepergian ke alam liar, mengukur bumi dengan kedua kaki, serta menyaksikan keajaiban dengan mata kepalanya sendiri sajalah, barulah dia benar-benar menyentuh nadi dunia. Obsesinya untuk terjun ke lapangan inilah yang telah melatih kemampuan bertahan hidupnya yang luar biasa tinggi di alam liar. Dia dapat mengidentifikasi perbedaan tipis lebih dari seratus spesies tanaman di berbagai musim, serta dapat melacak keberadaan hewan langka dari jejak kaki di tanah dan aroma di udara. Informasi-informasi ini sering kali menjadi penyelamat bagi para petualang di saat-saat kritis, nasihatnya begitu profesional dan dapat diandalkan. Dia merangkum semua pengalamannya ke dalam arsip tebal yang selalu dibawanya — mulai dari tekstur pertumbuhan kerang hingga rute migrasi burung, dari organ bercahaya ikan laut dalam hingga mekanisme adaptasi tanaman pegunungan ... setiap halamannya dilengkapi dengan ilustrasi tangan yang detail dan catatan menyeluruh, menunjukkan daya observasi dan kesabarannya yang luar biasa. Dalam perjalanan eksplorasinya, sosok Lumi selalu menemaninya. Rekan Jack Frost yang unik ini selalu gembira bertengger di bahunya sembari mengungkapkan berbagai macam pendapat dengan beragam suara "Ya-ho". Setiap kali selesai menyelesaikan tahap penelitian tertentu, Linnea akan kembali ke "Speranza". Di sana, dia akan menanggalkan pakaian ekspedisinya yang kotor dan penuh tanah, menjadi guru bagi anak-anak, serta membagikan cerita berikut pengetahuan yang didapatkannya di alam liar tanpa ragu-ragu. "Dunia ini sendiri adalah perpustakaan yang menakjubkan. Mau coba belajar membacanya? Ayo gendong tasmu dan ikut aku! Atau ... kamu mau duduk dan menuntaskan pelajaran ini dulu?" Sifatnya yang rasional, teliti, sekaligus ramah dan hangat membuatnya sangat terkenal, baik di Adventurers' Guild maupun di Kota Nasha. Namun, Linnea tidak pernah berhenti melangkah. Di mana pun dia berada, dia selalu membawa arsip tebalnya, dan diiringi suara "Ya-ho" Lumi yang terus berkumandang, dia melangkah dengan mantap menuju tempat asing berikutnya. |
| Kisah Karakter 1 | Ingatan Linnea yang terdahulu adalah tangan besar ayahnya yang mengangkatnya ke udara dan debur ombak laut. Waktu itu dirinya masih sangat kecil, bahkan masih belum bisa mengucapkan namanya sendiri dengan jelas, tapi sudah bisa mengenali banyak jenis ikan dan burung. Mungkin ini karena ayahnya selalu mengajarinya dengan sabar, atau mungkin karena talenta luar biasa yang dia miliki. Sering kali di pagi hari, ayahnya akan menggendongnya dan mendudukkannya di atas bahunya, lalu membawanya pergi bersama ke tepi laut untuk menyaksikan matahari terbit. Angin laut meniup rambutnya yang halus dan lembut, matahari pagi mewarnai permukaan laut menjadi keemasan, dunia terlihat begitu luas sekaligus begitu lembut di mata kecilnya. "Lili, itu lihat Frostfin Whale-nya." Ayahnya menunjuk ke permukaan laut yang berkilau keemasan di kejauhan sembar berkata, "Mereka suka balapan sama kapal, terus nanti kalau mereka lompat terjun ke air, ombaknya bakal ... bakal besaaar banget." "Ombak besar ... ombak besar!" seru Linnea dengan penuh semangat sambil mengarahkan tangan kecilnya ke kejauhan. "Itu Longplume Ibis." Ayahnya menunjuk ke arah lain, "Kamu lihat lehernya yang menggembung? Itu kantung tenggorokan, bisa menyimpan banyak makanan, seperti tupai yang menyimpan kacang di lubang pohon. Kamu masih ingat sama tupai yang Papa ceritain, kan?" Linnea memiringkan kepalanya, mengangguk seolah-olah mengerti. Saat itu dia belum tahu bahwa dialog yang tampak santai itu sebenarnya adalah cara sang ayah mengajarinya mengenal dunia ini. Di sisi lain, berbeda dari ayahnya yang gemar berbicara, perhatian ibunya terpancar dari setiap detail pada hal-hal lainnya — pakaian Linnea kecil yang selalu bersih dan rapi, lubang di kaos kakinya yang selalu dijahit dengan cermat, serta selalu adanya kue madu kesukaan sang buah hati di atas meja. Ketika dia merasa terganggu dengan dua helai "rambut" yang semakin mencuat, ibunya menyadari ketidaksenangannya dan keesokan harinya menghadiahkannya sebuah topi kecil yang dijahit dengan penuh perhatian. "Anak gadis Mama kan harus cantik dong ya, ayo lihat ini Lili, kamu suka?" Kain yang lembut, pola yang lucu, dan kedua sisinya pas untuk menutupi helaian rambut yang mencuat. Gadis kecil di cermin mengenakan topi yang cantik, tampak sama seperti anak-anak lainnya. "Linnea suka banget, Mama! Jadi sekarang aku enggak diketawain lagi sama yang lain!" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 2 |
| Kisah Karakter 2 | Kedua helai rambut Linnea yang menjulang akhirnya menampakkan diri sebagai sepasang sayap kecil, kulitnya juga mulai memunculkan kristal-kristal halus yang berkilauan di bawah sinar matahari. Sesekali terdengar nyanyian samar-samar — "Pergilah, anak peri. Pergilah ke desa dan kota, berpegangan tangan dengan teman-teman manusia. Dunia peri dipenuhi kesedihan yang tak kau pahami ...." Semua ini membuatnya teringat legenda tentang "changeling" dari buku tua itu. Jangan-jangan dia adalah makhluk asing yang ditinggalkan oleh peri untuk menggantikan bayi manusia? "Aku ... beneran peri? Nanti apa kata Papa dan Mama dong? Apa aku akan diusir ...?" Ketakutan tumbuh bagaikan rumput liar. Dia mulai selalu memakai topi dan lengan panjang, mencoba menutupi ciri-ciri bukan manusianya itu. Tapi, berapa lama penyamaran seperti ini bisa bertahan? Setelah berhari-hari hatinya galau, dia akhirnya memantapkan tekadnya untuk berbicara. Dengan gemetar, dia melepas topinya dan menunjukkan sepasang sayapnya itu kepada orang tuanya, beserta dugaan kejam tentang "changeling" tersebut. Dia sudah bersiap untuk diusir, bahkan menutup matanya menunggu penghakiman. Namun, teguran begitu pula dengan pelukan yang dibayangkannya tidak terjadi, yang ada hanyalah keheningan panjang yang penuh kebingungan. Di hari-hari berikutnya, suasana di dalam rumah terasa seperti ada sakelar aneh yang ditekan. Orang tuanya tidak menyinggung kejadian malam itu sama sekali, hanya saja mereka menjadi lebih sibuk dengan pekerjaan, berangkat pagi pulang malam. Meskipun masih memanggil mereka papa dan mama, Linnea paham bahwa orang tuanya telah berubah menjadi orang tua angkat, dan keakraban yang dulu terasa alami kini perlahan mendingin, tergantikan oleh "perhatian" yang sungkan tapi terasa berjarak. Dia juga mulai belajar membaca situasi. Nada suara yang sedikit berubah saat mengobrol, tenaga saat menutup pintu, momen hening yang semakin panjang di meja makan — semua itu dirasakannya dengan peka untuk memahami emosi di baliknya. Dia masih menjadi anak perempuan di keluarga ini, tapi kini rasanya lebih seperti seorang "tamu" yang perlu diberikan akomodasi dengan baik. Hari-hari terasa berjalan normal, tapi sebenarnya berlalu dalam kehancuran yang sunyi. Keseimbangan rapuh ini pada akhirnya tidak dapat bertahan lama. Tidak lama kemudian, ibu angkatnya jatuh sakit parah. Saat berada di persimpangan antara hidup dan mati, rasa kerinduan akan anak kandungnya sendiri mencuat lebih dari segalanya. Setelah pulih, ibu angkatnya menjadi pendiam, dan ayah angkatnya yang melihat sang istri semakin kurus kering, akhirnya membuat keputusan. Pada suatu pagi, ayah angkatnya memasukkan sekantong Mora yang berat ke tangan Linnea. Itu adalah seluruh tabungan yang bisa mereka sisihkan, dan merupakan juga biaya tebusan yang berat yang bernama "rasa bersalah". "Meskipun Mama sudah sembuh, tapi selama ini Papa dan Mama sudah memikirkannya dengan matang. Kami sudah tua, dan dua tahun terakhir ini kondisi kesehatan kami juga agak buruk ...." "Maaf ya, Lili ... Papa dan Mama masih ingin mencari anak kandung kami di utara selagi masih diberi umur." "... Ini untuk keadaan daruratmu. Kami sudah mengabari pemilik Speranza, anak-anak di sana akan merawatmu." Tanpa banyak bicara, pagi itu orang tua angkatnya pergi. Mereka bukan tidak mencintainya, hanya saja cintanya terlalu rapuh tatkala dihadapkan pada panggilan ikatan darah dan beban hidup. Linnea menunduk melihat kantong uang di tangannya, dan juga topi yang ditinggalkan sang ibu untuknya. Sejak hari itu, dia tidak lagi memiliki "rumah". * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Kisah Karakter 3 | Di Speranza, setiap anak harus bekerja keras sendiri untuk mencari nafkah. Siang hari, semua orang bekerja bersama di restoran "Speranza". Beberapa anak yang bahkan belum setinggi kasir sudah bisa bekerja sama dengan baik sebagai pelayan, mengambil pesanan, memasak, dan menyajikan makanan. Malam hari adalah waktu mereka berpesta. Meja yang panjang akan dikelilingi, makanan karyawan yang lezat dan bergizi akan dibagi, diiringi dengan cerita tentang hal-hal yang mereka alami seharian. "Hari ini ada kapal besar yang berlabuh di dermaga!" "Aku lihat ada yang jual porselen dari Liyue, cantik banget!" Cerita Linnea selalu menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Dia akan bercerita tentang migrasi burung, nyanyian paus, cincin tahun pohon. Mulai dari jamur yang bersinar hingga batu yang berubah warna, dari hewan raksasa yang jinak hingga ikan kecil yang ganas dan gesit, kadang-kadang dia bahkan merangkai semuanya itu menjadi cerita singkat yang menarik. Saat itu Mikko dan Maisie masih kecil, mereka terlalu asyik mendengarkan cerita Linnea sampai makanan mereka jadi dingin dan hanya dimakan beberapa suap saja. Katya yang tak berdaya hanya bisa membuat aturan bahwa selama makan tidak boleh berbisik-bisik, setidaknya harus menunggu sampai waktu makan pencuci mulut setelah makan baru boleh berbicara. Lama-kelamaan, anak-anak membentuk kesepahaman yang ajaib. Saat makan malam, hanya ada suara garpu dan pisau yang beradu dengan piring di meja makan, tetapi semua orang diam-diam mengamati gerakan Katya. Waktu Katya akhirnya berdiri dan mengambil pisau untuk memotong Midsommar Torte, meja makan langsung menjadi ramai. "Batu yang bisa berubah warna itu apa?" "Apakah ikan kecil yang ganas itu menggigit orang?" Di antara berbagai pertanyaan tersebut, anak-anak pendatang baru selalu penasaran menanyakan pertanyaan yang sama — "Gimana caranya Kak Linnea bisa jadi ketua Geng Keong?" Setiap pertanyaan tersebut dilontarkan, anak-anak yang lebih tua akan menunjukkan ekspresi serius seraya berkata, "Dia bisa begitu karena ... dia adalah seorang 'Master Bahasa Burung' sejati." Cerita ini bermula pada suatu malam hujan badai, tidak lama setelah Linnea tiba di tempat ini. Seekor "monster" yang basah kuyup dan mengeluarkan raungan mengerikan menerobos masuk ke restoran. Anak-anak yang biasanya mengaku pemberani mengambil sapu dan penggilas adonan untuk mengusirnya, tetapi mereka melangkah mundur ketakutan melihat cakar tajam monster itu. Saat semua orang panik, Linnea keluar dari kerumunan dan melangkah maju. "Jangan takut, burung ini namanya Crowned Eagle. Mereka biasanya tidak ada di Kota Nasha, mungkin ia hanya tersesat dan ketakutan." Di bawah tatapan keraguan anak-anak, Linnea dengan hati-hati meletakkan sepotong kecil daging segar di samping cakarnya. Beberapa menit kemudian, hujan berhenti, dan Crowned Eagle yang sudah tenang itu terbang pergi tanpa melukai siapa pun. "Meskipun suara raungannya terdengar seperti peringatan, sebenarnya tadi dia sedang berteriak 'Tolong, aku takut, jangan mendekat!' Dalam situasi seperti ini, kita sebenarnya tinggal menjaga jarak dan menyampaikan maksud bahwa kita tidak ada niat jahat." "Wah ... Kakak ngerti bahasa burung?" "Hehe iya, soalnya," Linnea dengan percaya diri melepas topinya, menunjuk sayap kecil di kepalanya, "Kakak bukan manusia biasa loh!" Keheningan yang sudah tidak asing lagi kembali hadir di meja makan. Tapi kali ini berbeda, keheningan tersebut tiba-tiba menghilang dan berganti dengan sorak-sorai. Anak-anak berkerumun mendekat, mata mereka dipenuhi rasa takjub dan iri. "Wah! Ini beneran sayap? Wah, cantik banget ... Aku boleh pegang ya, Kak?" "Tuh kan kubilang juga apa! Cuma orang bersayap yang ngerti omongan burung!" "Jadi bos kami dong, Kak! Kakak pasti bakal jadi bos paling spesial dalam sejarah Geng Keong!" Meski tidak bisa lagi mencium harum kue madu yang familier, kelezatan manis Midsommar Torte sudah cukup membungkus hati kecil yang kesepian ini. Di sini, Speranza, Geng Keong, mulai sekarang adalah "rumah" bagi Linnea. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Kisah Karakter 4 | Di Geng Keong, "dewasa" adalah garis pembatas yang tak terlihat tapi tegas. "Walaupun harus keluar dari Geng Keong kalau nanti sudah besar, tapi ... boleh-boleh saja kalau Kakak tetap mau tinggal di Speranza, kan ..." Jurva muda yang biasanya tenang memerah matanya. "Aku tahu." Linnea tersenyum sambil memotong perkataannya, "Speranza akan selamanya menjadi rumah Kakak, jadi Kakak akan sering berkunjung pulang." Anak-anak dengan khidmat menyerahkan keong yang melambangkan hak berbicara dan dukungan tanpa syarat ke tangannya. Meski dengan berat hati, Linnea paham betul bahwa rumah kaca dapat melindungi diri dari badai, tapi juga menghalangi pandangan untuk memandang lautan bintang. Dia menyimpan keong itu, seolah menyimpan gema terakhir dari masa kecilnya, lalu berbalik dan melangkah menuju Teyvat yang luas. Dia ingin menjadi seorang naturalis dan melihat sendiri luasnya dunia ini. Meskipun langkah Linnea mantap dan pengetahuan teorinya cukup kokoh, perbedaan antara buku dan kenyataan tetap membuatnya mengalami berbagai situasi berbahaya yang menggelikan di awal perjalanannya. Dia mengikuti petunjuk peta lama untuk mencari sumber air, tapi menemukan bahwa tempat itu sudah berubah menjadi gurun yang kering karena pergeseran geologi. Untungnya, kebiasaannya mengumpulkan buah liar untuk penelitian tanaman menyelamatkannya dari situasi genting. Untuk memverifikasi jangkauan persepsi Wenut terhadap mangsanya, dia berulang kali melakukan percobaan di padang pasir, berusaha mendapatkan data batas maksimal. Karena tidak ingin saling melukai satu sama lain, dia dan Lumi berulang kali melarikan diri di tengah badai pasir keemasan. Di dalam arsipnya, selain catatan observasi, juga bertambah banyak "Kesimpulan Pembelajaran". Beberapa misalnya: "informasi peta yang lebih dari lima tahun tidak boleh dijadikan referensi yang valid", "deskripsi kebiasaan umum hewan liar secara bawaan hanya berlaku di luar musim kawin, jika tidak ada catatan tambahan", "peluang terbunuh oleh Floating Hydro Fungus sangat rendah, tapi bukan berarti nol" .... Dia semakin terampil dan arsipnya pun semakin tebal. Dia menyortir informasi lama di arsip dan menambahkan entri yang belum pernah dicatat ... setiap halaman adalah data berharga yang diperoleh dengan mempertaruhkan bahaya. Di antaranya, Linnea sangat terobsesi dengan semua makhluk unik dan tak terdefinisi yang ada di dunia. Baginya, setiap kehidupan yang menyimpang dari kategori "normal" adalah keajaiban alam yang paling menakjubkan. Baginya, Melusine adalah salah satu spesies paling menakjubkan yang pernah dia saksikan. Linnea menyediakan puluhan halaman kosong di arsipnya khusus untuk mencatat ras Melusine. Dia menghabiskan sebulan penuh melakukan pengamatan di sekitar Merusea Village, menahan rasa tidak nyamannya terhadap benda mekanis, mengumpulkan berbagai komponen mekanis yang rumit, dan bermaksud menjadikannya sebagai hadiah saat bertemu untuk meminta izin tinggal di Merusea Village. Namun, ketika dia benar-benar berhadapan langsung dengan Melusine, semua kalimat sopan yang sudah dipersiapkannya langsung terlupakan. "Boleh kusentuh tidak? Tidak, tidak, bukan, maksudnya bagaimana cara kalian berenang? Bagaimana struktur tubuh kalian?" Melusine ketakutan dan kabur karena antusiasme yang dadakan ini. Setelah itu, setiap kali bertemu Melusine, dia akan terkikik senang dan mengatakan hal-hal yang aneh. Tindakan ini membuat Serene—sang Kepala Desa—menjadi waspada. Saat dia sadar, dia hampir saja digiring ke Benteng Meropide. Saat Gardemek bertanya apakah dia ingin membela diri, Linnea begitu gugup sampai tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Untungnya, Detektif Sedile dengan daya pengamatan tajamnya menemukan hadiah yang disiapkannya dengan hati-hati dan catatan observasi terperinci di dalam tas Linnea. Kesimpulannya, Linnea tidak berniat jahat, dan kesalahpahaman ini pun mereda. Setelah Gardemek meninggalkannya, Linnea menghela napas lega, lalu menulis dengan serius dalam arsipnya mengenai "pembelajaran" dari kesalahpahaman kali ini .... "Melusine benar-benar menggemaskan sekali deh!!!" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Kisah Karakter 5 | Pada awalnya hanyalah sebuah firasat yang samar. "Bu Guru Linnea, kok tahu saya mau bertanya ini?" "Ahaha ... mungkin karena pengalaman?" Dia tertawa kikuk, perasaan gelisah berkecamuk dalam hatinya. Hingga saat dia mengalami mimpi ramalan tersebut untuk pertama kalinya selama Sayembara Duta Jiwa, Linnea akhirnya mengetahui faktanya. Dia berasal dari klan Burung Pertanda, sejenis peri yang dapat meramalkan takdir yang tak dapat diubah. "Kitalah yang membaca pertanda bencana juga bahagia, kitalah yang melihat masa lampau serta masa depan. Dunia takut dan gentar pada kita, sementara kita membenci keberadaan ini." Di mata orang lain, ini merupakan talenta yang sangat berharga. Namun, bagi Burung Pertanda itu sendiri, kemampuan ini lebih seperti kutukan. Yang memberi tahu Linnea tentang fakta ini adalah kakaknya, Celaeno. Selama ini dia sendirian menanggung ramalan di tundra beku. Melihat Linnea tumbuh dalam lingkungan yang terlindungi dan tanpa beban, rasa sakit yang mendalam muncul di hatinya. Dia percaya bahwa pada akhirnya, saudara perempuannya itu harus membayar harga dari sebuah proses kedewasaan. Namun, Linnea tidak tenggelam dalam keputusasaan seperti yang dibayangkan kakaknya. Meskipun merasa takut terhadap masa depan yang sudah diketahui, dia memberikan jawaban yang mengharukan kakaknya. "Garis akhir memang ada di depan sana, tapi jalan menuju ke sana ada banyak." Hidup harus dijalani di setiap momen pada masa kini, bukan hanya dengan menunggu suatu hari di masa depan. Takdir memang tidak dapat diubah, tapi yang juga sama dengan itu adalah cinta dari orang tua kandung, serta ikatan persaudaraan yang telah ditakdirkan. Sayang, waktu perpisahan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Keesokan pagi setelah kompetisi berakhir, peluit kapal pulang sudah bergema di dermaga. Saat Celaeno hendak naik ke kapal, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dan teriakan dari belakangnya. "Kak ... tunggu!" Karena berlari kepanikan, sayap kecil di kepala Linnea menjadi berantakan, sementara tumpukan besar bungkusan yang dipegangnya dalam pelukannya tampak hampir jatuh. "Eh? Bukannya kita sudah pamit dan berpisah setelah lombanya beres?" "Hehe. Kemarin ya kemarin, hari ini aku mau ketemu kamu lagi! Untung masih sempat, ini ... ini ... sama yang ini semuanya kamu bawa ya!" Linnea langsung menyodorkan bungkusan-bungkusan itu ke pelukan Celaeno yang masih paham tidak paham dengan situasinya. "Ini buat Papa Mama kita, ini buatmu ... terus yang ini, boleh nitip buat orang tua asuhku dan putrinya?" "Ini kebanyakan kali?" Celaeno tertawa geli sambil melihat tumpukan hadiah yang hampir menutupi pandangannya, "Kamu mau aku jadi kurir pindahan kota Nasha?" "Ah, ini sedikit kali!" Linnea dengan saksama membantunya memperbaiki posisi kotak teratas, "Hadiah buat waktu yang sudah tahunan masa cuma sedikit! Lagian ... kalau kita enggak bisa bareng-bareng, paling tidak biarkan hatiku yang menemanimu pulang." Peluit kapal kembali berbunyi, menandakan sudah waktunya berpisah. Saat sosok Linnea menyusut menjadi titik kecil di pantai, barulah Celaeno mengalihkan pandangannya. Dia meraih surat yang terselip di antara tumpukan berkas. Amplopnya masih tidak tersegel. Sepertinya pengirimnya agak terburu-buru sampai belum sempat menyegelnya. "Untuk Kakakku sayang, Bukannya kamu baru saja bilang kalau nanti aku kangen, aku tinggal tulis surat untukmu? Nah, jadi sekarang langsung kutulis deh. Sayang banget waktumu mepet, tadinya aku mau ajak kamu keliling Nod-Krai sampai puas. Misalnya, kita bisa lihat-lihat Nocturnal Blossom ... Aku suka banget bunga ini, bunga ini punya dua warna kelopak, satu warna biru dan satu merah muda, seperti kita jadinya, hehe. Oh iya, sebenarnya aku juga tadinya mau mengajakmu jalan-jalan ke Clink-Clank Krumkake Craftshop, di sana ada banyak benda yang menarik, meskipun kalau dekat tempat itu tubuhku selalu gemetar ... Siapa tahu kalau kamu sampai di sana, kamu juga bakal kaget seperti aku dulu, kan kita kakak beradik! Aku berharap banget kamu bisa tinggal lebih lama, tapi ya sudah deh, toh kita masih punya banyak waktu lain dan akan terus saling menyertai melewati banyak fase kehidupan. Di lubuk hatimu, namaku tidak mungkin terlewat, kan? Kita berdua adalah anak dari Burung Pertanda, beban ramalan yang terpikul di bahu memang cukup berat, tapi untungnya, mulai hari ini kita bisa saling berbagi beban, ya Kak." Celaeno melipat surat itu dan mengangkat kepalanya sambil bersandar pada pagar. Di atas langit biru, burung-burung laut yang tertarik oleh suara peluit kapal terus terbang tanpa henti. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| The Golden Beagle | Itu bukan kapal biasa, melainkan impian Linnea sebagai seorang naturalis. Berdasarkan konsepnya, kapal ini harus memiliki lunas pemecah es yang kokoh, mampu menabrak es terapung yang paling keras. Harus memiliki ruang spesimen yang luas, mampu menampung semua flora dan fauna langka yang dikumpulkannya seantero Teyvat. Selain itu, harus ada juga ruang penyimpanan khusus untuk menyimpan berbagai jenis mineral, dan tentu saja harus ada kotak khusus jangan sampai Lumi mencurinya. Lalu mengapa dinamakan "The Golden Beagle"? Penjelasan Linnea adalah "Seperti seekor Hunting Hound yang setia dan berani, selamanya menjaga kewaspadaan dan rasa penasaran yang tinggi terhadap dunia." Namun, dalam "penglihatan masa depan"-nya, dia melihat dengan jelas akhir kisah kapal ini. Kapal ini tidak akan kembali dengan penuh kehormatan, melainkan tertimpa api yang berkobar dan tenggelam di laut. Dia melihat arsip kesayangannya berserakan di mana-mana, Lumi yang kebingungan, dan para awak kapal yang terisak penuh keputusasaan. Jika setelah menghabiskan separuh hidupnya, yang didapat hanyalah bencana laut, lalu apalah makna dari pelayaran ini? Linnea sangat yakin bahwa sebelum kapal ini tenggelam, kapal ini akan menciptakan ombak yang tak pernah dijamah siapa pun, akan menuju pulau yang belum pernah dipuji oleh camar, dan juga akan membawa tawa serta kekaguman dirinya, Lumi, dan banyak teman lainnya. Reruntuhan kapal yang tenggelam di masa depan adalah contoh takdir, sementara kapal yang ada di atas cetak biru sekarang—yang sedang perlahan-lahan dibangun oleh Linnea dengan mengumpulkan uang—adalah bukti dari "keberanian". Karena itu, Linnea tidak lagi membuang-buang waktu untuk mengeluhkan masa depan yang sudah pasti hancur itu. Dia mulai lebih aktif menerima misi dari Adventurers' Guild. Setiap misi bukan dijalaninya hanya pekerjaan semata, tapi juga sebagai kesempatan untuk mengumpulkan bahan, menambah pengalaman, dan mengumpulkan dana. Kadang-kadang, Lumi akan berbaring di atas sketsa desain, mengiler melihat nama "The Golden Beagle" — mungkin di dalam otaknya, apa pun yang mengandung kata "emas" pasti enak dimakan. Setiap kali itu terjadi, Linnea akan menjitak kepalanya dengan lembut sambil tersenyum: "Lumi, santai saja ya. Setelah kapalnya selesai, kita akan berlayar naik kapal ke ujung dunia. Kamu pasti bakal menemukan banyak sekali batu permata yang indah, bahkan mungkin menemukan teman sebangsamu! Ya, kita pasti akan berlayar, walaupun akhirnya harus berenang untuk kembali ... tapi sebelum itu, kita akan melihat pemandangan terindah." Di pojok cetak biru yang menggambarkan kapal besar itu, Linnea menulis sebaris tulisan kecil, sebagai pesan untuk kapten masa depan sekaligus surat tantangan bagi takdir .... "Majulah dengan kecepatan penuh, The Golden Beagle! Aku akan pergi ke banyak tempat bersamamu dan menyelesaikan arsip yang luar biasa. Suatu hari kelak saat kita tidak sanggup bergerak lagi, mari kita wariskan ini kepada generasi yang akan datang untuk dilanjutkan." * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Moon Wheel | Linnea memainkan sebuah batu abu-abu sederhana di tangannya. Itu adalah temuan berharga yang dia bawa pulang dari ekspedisi yang susah, diambil dari reruntuhan dasar laut kuno. Berdasarkan pengalamannya, dia curiga bahwa di balik kulit batu yang kasar itu, mungkin terdapat fosil kuno. Sedikit demi sedikit, dengan sabar ia menyapu debu yang menutupinya agar tidak merusak struktur fosil. Dan di saat yang paling krusial, tepat ketika fosil itu hampir memperlihatkan wujud aslinya, tiba-tiba sebuah tangan mungil gemuk menjulur dari sudut pandangannya. "Ya-ho!" Lumi, yang sejak tadi tergeletak di pinggir meja sambil meneteskan air liur melihat batu yang memancarkan aura kuno itu, akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Dengan kecepatan secepat kilah, dia mengambil "camilan lezat" itu, mendongak, buka mulut, dan menelannya bulat-bulat. Gerakan Linnea terhenti di udara. Lalu, ia menjerit keras-keras sampai rumahnya hampir roboh. "Lumi—!!! Muntahin! Tidak boleh dimakan! Batu kayak gini cuma ada satu di seluruh dasar laut!" Apa yang terjadi selanjutnya adalah "operasi penyelamatan" yang paling lucu. Linnea terpaksa mengangkat Lumi terbalik dan mengguncangnya keras-keras, persis seperti menjungkirbalikkan celengan. Dengan bunyi "pop" kecil, batu itu akhirnya dimuntahkan oleh Lumi dan menggelinding di atas meja. Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Saat bergulir, kerak batu abu-abu kusam dan tanda-tanda fosil yang membungkusnya terkelupas lapis demi lapis, menampakkan sesuatu yang selama ini tersembunyi di dalam. Itu sama sekali bukan fosil, melainkan kristal yang tiba-tiba menyala dari dalam, jernih dan bercahaya. Kristal itu tergeletak tenang di antara serpihan-serpihan batu yang berserakan, memancarkan hangatnya sinar cokelat keemasan yang pekat, seperti amber yang telah mengendap di kedalaman bumi selama berabad-abad, membekukan waktu, sekaligus merangkul semua keabsurdan dan keajaiban di dunia ini. Perasaan déjà vu yang aneh tiba-tiba muncul dalam dirinya. Pada saat itu, pandangan masa depannya yang samar tampak menyatu dengan kenyataan, dan dia merasa dengan keyakinan yang tenang bahwa kristal ini yang memancarkan cahaya hangat, sejak dulu memang miliknya. Hanya saja, kristal itu telah tertidur di sungai waktu yang panjang, menanti saat ini untuk bertemu dengannya. Perasaan seperti takdir ini hanya berlangsung sesaat. Dia segera tersadar dan secara refleks melirik ke arah Lumi, bersiap untuk melakukan operasi penyelamatan lagi. Bagaimanapun juga, bagi makhluk kecil yang rakus ini, batu yang kini tampak lebih berkilauan jelas menjadi lebih menggoda. Namun, di luar dugaan, Lumi menahan dirinya dan tangannya tidak bergerak sedikit pun. Makhluk kecil itu hanya menyandarkan dagunya di tepi meja, matanya yang lebar terpaku pada Moon Wheel itu. Tatapannya tidak lagi menunjukkan nafsu makan, melainkan digantikan oleh apresiasi yang belum pernah ada sebelumnya, hampir seperti terpesona. Ia mengulurkan tangan bulatnya yang kecil, dengan hati-hati menyentuh kristal tersebut, lalu mengeluarkan suara lembut dan puas yang terdengar seperti gumaman bahagia dari sebuah mimpi. "Ya-ho ...." Pada saat itu, Linnea sepertinya menyadari sesuatu. "Wah, sepertinya kamu juga menyukainya", Linnea tersenyum sambil mengelus kepala Lumi, lalu mengambil Moon Wheel yang memancarkan cahaya redup itu dan memeriksanya dengan saksama di bawah cahaya lentera. "Kalau begitu, kita akan menyimpannya. Ini hiasan yang bagus, asal tidak dimakan kamu saja." Dan itulah kisah Linnea dan asal usul Moon Wheel miliknya. Tidak ada sumpah yang mengguncang bumi, tidak ada perpisahan yang pantas menghancurkan hati. Hanya ada satu Jack Frost yang rakus, seorang naturalis yang kebingungan, dan keajaiban kecil yang terlahir secara kebetulan di tengah waktu yang panjang. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |




















62 responses to “Linnea”
My neighbor Georgine has one of these. She works as a fireman and she says it looks colorful.
would it be possible to run a main dps Xilonen with Columbina, Illuga, and Linnea? I skipped Zibai, but I think Linnea is absolutely adorable so I’m trying to think of team comps lol
Yes, that is totally possible. 🙂
Girl same i am will also be doing this once i get linnea!(and illuga but illuga is on linneas banner so probably)
I have C2 R1 Zibai and I feel like I might just stick with my C6 R1 Xilonen for the similar res shred and healing though I would miss out on the extra em, increase in lunar-crys base dmg boost, off field geo sub dps, and geo application..
Well with linnea you would free up your xilonen for other teams like abyss and stygian etc, unless u dont care about that stuff then yeh its rly like whatever.
She is very freaking good.
In my testings she is doing 200K – 300K damage while tapping her E with her signature bow. With her C2 she is dealing 600k – 700K+ per e tapping skill. Absolutely insane damage for a character that heals team-wide and buffs lunar crystalize damage to the whole team.
Not only that, she has some neat things for exploration with her capturing creatures and easy ore farming with her aim shot.
A must pull if you have Zibai or are interested in getting her on a rerun.
I was really hoping that Linnea’s multi-tap E would get a significant nerf in the beta by this point int he beta cycle (as that is my biggest issue with her now, as it seems a little too strong).
Even then, since Zibai can already match the damage of the other Moonsign DPS units with the existing roster, I can’t see Linnea as a “must” pull. She will be useful for players who don’t have C6 Gorou or C6 Illuga, as she can slot in for then, but otherwise she seems a bit like “overkill” for Zibai teams otherwise. Would likely be wiser to spend resources obtaining characters to strengthen other teams, then to make a already strong team even better.
I do think that normal (single tap E) will be more useful for players who use older Geo units with Linnea (Navia, Itto, Noelle and Ningguang being the 4 I’m thinking of) since the Lunar-Crystalize damage from the Moondrifts will make up a bigger proportion of the team damage. Multi-tap E will be more useful for Zibai since the Moondrift damage is more of after-thought in her teams.
As a geo Zibai lacks the ability to counter most boss shenanigans (the only thing that favours geo – geo shields – can also be countered by claymores and overload); her scaling on def and dealing lunar damage means she has few support options, so modifying her team to deal with boss mechanics can significantly lower her damage.
As a result geos in general make up for their inflexibility with the sheer amount of damage they deal, and remain strong enough with suboptimal teammates (for solving mechanics) or brute-force through bosses.
What’s her particle situation like? is it a burst of particles on cast or generation on damage tick like Ineffa/Fischl?
Is it going to be yet another favge moment?
She generates 3 geo particles when his summon makes his first attack, another 3 in the middle of the skill duration (when attacking too), and 3 more one the last hit of the skill duration.
She is not energy hungry if using her on a 3 Geo character team. Her Ult only heals too so there is no need to use her ult on every rotation.
Ah alright thanks for clarifying. I was mostly wondering if she can battery Noelle properly since I’m planing on replacing Xilonen if i get Linnea.
cute character, super boring kit. not even an option to play her on field…
????? Boy technically you can play ANYONE on field!!!!!! The game isn’t banning you for using her different. If you care THAT MUCH just do that???? LOL I play dps sucrose on one build for her, then support as my 2nd build. Legit just do that if it upsets you that much.
She’s perfect for Navia with Columbina and Furina. But her design is ugly she’s looks like a Star Mid character.
Uuuhhhg she’s ugly!!!
A Fae? Don’t make me laugh!