
| Table of Content |
| Stats |
| Skills |
| Skill Ascension |
| Related Items |
| Gallery |
| Sounds |
| Quotes |
| Stories |
Stats
| Lv | HP | Atk | Def | CritRate% | CritDMG% | Bonus CritRate% | Materials | Total Materials |
| 1 | 1144 | 7.45 | 40.09 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20 | 2967 | 19.32 | 103.98 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20+ | 3948 | 25.71 | 138.35 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40 | 5908 | 38.46 | 207.02 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40+ | 6605 | 43.0 | 231.44 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50 | 7599 | 49.47 | 266.28 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50+ | 8528 | 55.52 | 298.84 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60 | 9533 | 62.06 | 334.04 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60+ | 10230 | 66.6 | 358.46 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70 | 11243 | 73.2 | 393.97 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70+ | 11940 | 77.74 | 418.4 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80 | 12965 | 84.41 | 454.31 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80+ | 13662 | 88.95 | 478.73 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90 | 14695 | 95.67 | 514.93 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90+ | 14695 | 95.67 | 514.93 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 100 | 15740 | 117.2 | 551.53 | 5.0% | 50.0% | 19.2% |
Skills
Active Skils
![]() | Moondew Cascade | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Memanggil Moonlit Tides, melancarkan hingga 3 serangan yang mengakibatkan Mengonsumsi sejumlah Stamina untuk mengakibatkan Jika memiliki setidaknya 1 Menerjang tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Eternal Tides | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Membangkitkan Moonbound Tides, mengakibatkan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Moonlit Melancholy | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Menghubungkan gunung dan laut atas nama bulan baru yang tak ternoda. Columbina membuat tanah di sekitarnya berubah menjadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Passive Skills
![]() | Moonsign Benediction: Borrowed Moonlight |
| Saat Karakter di dalam party memicu reaksi Electro-Charged/Bloom/Hydro-Crystallize, reaksi tersebut akan dikonversi menjadi reaksi Lunar-Charged/Lunar-Bloom/Lunar-Crystallize. DMG dasar reaksi ini meningkat berdasarkan Max HP Columbina. Setiap 1.000 poin Max HP akan membuat DMG dasar reaksi Lunar meningkat 0,2%, hingga maksimum 7%. Selain itu saat Columbina berada di dalam party, |
![]() | Call of the Moon |
| Saat memicu |
![]() | Law of the New Moon |
| Karakter yang berada dalam · · · |
![]() | Lunar Vigil |
| Jika Karakter sendiri di dalam party gugur saat berada di area Nod-Krai, Columbina akan membangkitkan Karakter ini dan memulihkan HP-nya. Jumlah HP yang dipulihkan akan didasarkan pada level Persahabatan Columbina. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 100 deitk. Selain itu, Columbina sepertinya memiliki kedekatan khusus dengan sebagian hewan yang dipengaruhi oleh kuuvahki .... |
Constellations
![]() | Radiance Over Blossoms and Peaks |
| Melancarkan Elemental Skill Saat memicu Gravity Interference, jika jenis Gravity reaksi Lunar tertinggi yang diakumulasi Columbina adalah: · · · DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
![]() | Not in Lone Splendor |
| Nilai Saat Selama efek · · · DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
![]() | Dreamlike Glow Across Tranquil Waters |
| Meningkatkan 3 level Elemental Skill Maksimum: Lv. 15. DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
![]() | Cloudveiled Ridges in Floral Mists |
| Saat memicu Selain itu, berdasarkan jenis reaksi Lunar yang memberikan nilai DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
![]() | Silence Tending One Lone Song |
| Meningkatkan 3 level Elemental Burst Maksimum: Lv. 15. DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
![]() | Through Darkness Led by Moonlight |
| Setelah seluruh Karakter dalam party yang berada dalam DMG reaksi Lunar yang diakibatkan seluruh anggota party |
Skill Ascension
Gallery
Sounds
| Title | EN | CN | JP | KR |
| Party Switch | ||||
| Party Switch when teammate is under 30% HP | ||||
| Party Switch under 30% HP | ||||
| Opening Chest | ||||
| Normal Attack | ||||
| Medium Attack | ||||
| Heavy Attack | ||||
| loc_combat_sound_1000033 | ||||
| loc_combat_sound_1000034 | ||||
| loc_combat_sound_1000035 | ||||
| loc_combat_sound_1000036 | ||||
| Taking Damage (Low) | ||||
| Taking Damage (High) | ||||
| loc_combat_sound_1000103 | ||||
| loc_combat_sound_1000104 | ||||
| Battle Skill #1 | ||||
| Battle Skill #3 | ||||
| Sprinting Starts | ||||
| Jumping | ||||
| Climbing | ||||
| Heavy Breathing (Climbing) | ||||
| Open World Gliding (Start) | ||||
| Open World Idle | ||||
| Fainting |
Quotes
Audio Language:
| Title | VoiceOver |
| Berbincang: Bernyanyi | |
| Berbincang: Rembulan | |
| Berbincang: Jalan Panjang | |
| Halo | |
| Ketika Turun Hujan | |
| Setelah Hujan | |
| Ketika Petir Menyambar | |
| Ketika Turun Salju | |
| Ketika Angin Berembus | |
| Di Padang Pasir | |
| Selamat Pagi | |
| Selamat Siang | |
| Selamat Malam | |
| Selamat Tidur | |
| Tentang Columbina: Penutup Mata | |
| Tentang Columbina: Rumah | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Kita: Pencapaian | |
| Tentang Kita: Perjalanan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Tentang "Tri-Lunar Convergence" | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Berbagi Cerita | |
| Kisah Menarik | * Selesaikan "Bulan Sejati" |
| Tentang Lauma | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Nicole | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Neuvillette | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Seven | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Tsaritsa | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Jester | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Captain | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Doctor | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Arlecchino | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Rooster | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Sandrone: Sifat Roda Gigi | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Sandrone: Hakikat Roda Gigi II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Regrator | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Rosalyne | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Childe | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Columbina: I | |
| Mengenal Columbina: II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Mengenal Columbina: III | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Columbina: IV | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Mengenal Columbina: V | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Hobi Columbina | * Selesaikan kisah "Bulan Sejati" |
| Masalah Columbina | * Selesaikan kisah "Bulan Sejati" |
| Makanan Favorit | |
| Makanan yang Tidak Disukai | |
| Menerima Hadiah: I | |
| Menerima Hadiah: II | |
| Menerima Hadiah: III | |
| Ulang Tahun | |
| Perasaan Tentang Ascension: Permulaan | * Terbuka saat Ascension tahap 1 |
| Perasaan Tentang Ascension: Persiapan | * Terbuka saat Ascension tahap 2 |
| Perasaan Tentang Ascension: Klimaks | * Terbuka saat Ascension tahap 4 |
| Perasaan Tentang Ascension: Konklusi | * Terbuka saat Ascension tahap 6 |
| Elemental Skill: I | |
| Elemental Skill: II | |
| Elemental Skill: III | |
| Elemental Burst: I | |
| Elemental Burst: II | |
| Elemental Burst: III | |
| Membuka Peti Harta: I | |
| Membuka Peti Harta: II | |
| Membuka Peti Harta: III | |
| HP Rendah: I | |
| HP Rendah: II | |
| HP Rendah: III | |
| HP Rekan Rendah: I | |
| HP Rekan Rendah: II | |
| Gugur: I | |
| Gugur: II | |
| Gugur: III | |
| Menerima Serangan Ringan: I | |
| Menerima Serangan Hebat: I | |
| Menerima Serangan Hebat: II | |
| Bergabung ke Party: I | |
| Bergabung ke Party: II | |
| Bergabung ke Party: III |
Stories
| Title | Text |
| Info Karakter | Siang atau malam? Tentu saja malam. Dunia di siang hari dipenuhi dengan kata-kata yang tidak dapat dipahaminya. "Kuutar"? "The Damselette"? "Dewi"? Dia tahu kata-kata itu seperti cermin, memantulkan sosoknya di dunia yang asing. Tapi itu semua hanyalah sosok yang ingin dilihat orang lain. Dia tidak mengenali dirinya dalam pantulan cermin, sama seperti dia tidak mengenali bulan yang melayang di angkasa malam. Setidaknya di malam hari, dia dapat merasakan dengan jelas tarikan dari balik langit. Tanpa suara, namun dapat jelas dipahami. Bulan Embun memanggilnya pulang. .... Musim semi, panas, gugur, atau dingin? Tentu saja musim dingin. Setelah kesibukan musim semi, keriuhan musim panas, dan panen musim gugur, salju musim dingin perlahan menutupi bibir dunia dengan jemarinya, seolah berkata: "Ssst, setelah gaduh selama hampir setahun, sekarang waktunya untuk tenang." Maka dunia pun menjadi tenang. Hewan-hewan kembali ke rumahnya masing-masing. Hanya di musim dingin saja semua orang menyadari beberapa penting kehangatan "tempat bernaung". Sedangkan Columbina? Dia suka mencari tumpukan salju yang tebal dan empuk, menahan napas, lalu menerjunkan diri ke dalamnya. Bagi dewi yang tidak begitu sensitif terhadap dingin, sensasi dipeluk oleh salju putih lembut dari ujung kaki ke ujung kepala benar-benar luar biasa. Soal rekan-rekannya bisa memahami kelakuan Columbina atau tidak ... rasanya itu bukan masalah yang perlu dipikirkan olehnya. .... Cerah? Hujan? Atau mendung? Kalau pagi, hujan. Karena saat Columbina terbangun dan mendengar suara hujan di luar Aula Bulan Perak, dia merasakan ketenangan, seolah dirinya terlindungi oleh atap kubah Aula Bulan Perak. "Perlindungan". Makna paling mendasar dari sebuah tempat bernaung ini bergema dengan begitu kuat di tengah suara hujan, dan cukup dengan berada dalam jangkauan makna ini saja sudah membuat Columbina merasa hangat. Tapi ketika malam, memang lebih baik kalau langitnya cerah tak berawan. .... Apakah jawabannya untuk pertanyaan-pertanyaan ini sudah tepat? Apakah jawaban-jawaban ini akan berubah suatu hari nanti? Columbina merenung dalam hati. Mungkin tidak. Tapi kalau pun berubah, ini adalah dirinya yang paling jujur di saat ini, dirinya yang paling jujur di malam ini. Hutan, danau, laut, mana yang paling disuka? Tentu saja semuanya. |
| Kisah Karakter 1 | Yang pertama kali terdengar adalah suara nyanyian. ♪ Tidur, tidurlah, merpati kecilku sayang ♪ ♪ Biarkan bunga dan mimpi indah bermekaran di jendelamu ♪ .... Suara siapa itu? Terdengar samar dan jauh, seperti sebuah lagu pengantar tidur. Seperti awal sebuah kisah, dan sekaligus juga akhir darinya .... Lalu, muncul sensasi dari tanah di bawah kakinya. Halus dan lembab. Di dalamnya terkandung kekuatan yang tidak asing, seperti bagian dari tubuhnya sendiri, seperti air ketuban yang pernah menyelimutinya sebelum dia dilahirkan .... Kemudian, dia membuka matanya. Terang bulan menyinari udara, beberapa makhluk kecil menangkap berkas cahaya yang samar itu, lalu menenunnya menjadi pakaian. Ada sesuatu yang memanggil dirinya sendiri dari kejauhan ... sangat jauh. Sebuah tarikan, sebuah ikatan. Seperti tali pusar yang menghubungkan bayi dengan ibunya. Dia mengangkat pandangannya. Tapi tidak ada apa pun di langit. Hanya tirai dusta yang melingkupi segalanya. Entah mengapa, saat pertama kali melihat langit malam yang dipenuhi bintang, dia sudah tahu bahwa semuanya palsu. Dan sesuatu yang terhubung dengan dirinya terhalangi oleh kebohongan ini. Kenapa aku terlahir di tempat ini? Atau lebih tepatnya, kenapa aku terlahir? Siapa aku? Dan siapa yang bernyanyi? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam hati. Tapi dunia tidak memberikan satu pun gema jawaban. Kadang-kadang, tidak bisa mendengar lebih menakutkan daripada tidak bisa melihat. Dia memiliki firasat bahwa pertanyaan-pertanyaan ini akan selalu menyertainya. Dia menutup kedua matanya. Sebab kebenaran tidak akan ditemukan di bawah tirai kepalsuan. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 2 |
| Kisah Karakter 2 | Saat pertama kali bergabung dengan Fatui, Columbina merasa di sana sangat berbeda dengan Bani Bulan Embun. Tidak yang minta aneh-aneh. Tidak ada yang menginginkan sesuatu darinya. Tidak ada yang memuja-muja dirinya. Yah, setidaknya tidak secara terus terang. Hubungan "rekan kerja" juga merupakan hal baru. Di dalamnya terdapat rasa "kesetaraan" yang asing namun menyenangkan, kadang juga bercampur dengan konsep "pertukaran" yang sudah tidak asing lagi baginya. Dia masih berusaha membiasakan diri dengan kehidupan seperti ini. The Doctor adalah orang pertama yang mendekatinya. Columbina dapat mendengar nada kekaguman dalam suara rekan kerjanya ini. Kekaguman berbeda dengan pemujaan, setidaknya kekaguman didasarkan atas prinsip "kesetaraan". "Kalau tidak keberatan, boleh bantu aku sedikit?" tanya rekan kerjanya itu dengan nada sopan. Membantu? Dia pikir ini adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai balasan, tapi di sini dia boleh memilih? Atau apakah justru rekan kerja di hadapannya ini yang memberikannya pilihan? Memang, ada gema yang tidak mengenakkan dari perkataan The Doctor, seperti gemuruh awan badai di ujung cakrawala yang samar terdengar. Tetapi, fakta bahwa kali ini dia punya "pilihan" terasa sangat memuaskan. Awalnya, semua berjalan lancar. Di laboratorium The Doctor ada banyak perangkat aneh, dan Columbina hanya perlu mengerahkan kekuatannya ke yang ini, atau menggerakkan yang itu. "Bagus, kamu melakukannya dengan baik." Columbina suka dipuji. Ini juga merupakan hal baru baginya. Tapi tidak lama kemudian, pujian itu berubah menjadi "masih kurang", "masih belum", "kamu bisa lebih dari ini" .... Dan Columbina pun menyadari bahwa yang dilihat oleh The Doctor bukanlah dirinya, dirinya yang "seharusnya", yakni tingkat yang bisa dicapai oleh kekuatannya. Hal ini mengingatkannya pada hari-hari sebelum dia bergabung dengan Fatui .... Dia merasa sedih. Apakah ada orang lain yang merasa sedih karena menjadi dirinya sendiri? Dia tidak tahu, tapi dia merasa seperti itu. Bukan karena dia ingin menjadi seperti yang orang lain harapkan, tapi karena orang lain tidak melihat dirinya apa adanya. Pribadinya yang sesungguhnya, diperlakukan bak anak yang kehadirannya tak diharapkan dalam sebuah pesta, dan dibiarkan melongo sendirian .... * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Kisah Karakter 3 | Ayo cari makan. Saat sedih, Columbina selalu melakukan hal-hal yang dia suka. Mengisi perut hanya salah satunya, juga kebutuhan yang paling mudah untuk dipuaskan. "Ma-Maaf, Nona Harbinger ..." Saat dia keluar dari restoran, dia dipanggil untuk berhenti. Orang itu menyerahkan selembar kertas sambil gemetaran. Columbina tidak bisa melihatnya, tapi dia ingat sesuatu, ini adalah prosedur yang harus dilakukan setelah makan. Prosedur yang berbeda dari saat dia masih di Bani Bulan Embun. Masalahnya, dia masih belum terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Dia memang tahu ada semacam "pertukaran" yang terlibat, tapi beberapa kali sebelumnya prosedur ini diselesaikan bersama dua rekan kerja barunya, Arlecchino dan Sandrone. Lebih tepatnya, merekalah yang menyelesaikannya. Columbina tidak tahu harus berbuat apa saat itu. Pada saat itu, bahkan dengan mata tertutup pun dia dapat merasakan pancaran ketakutan dan penyesalan semakin menguat dari orang di hadapannya. Ini semua akibat perbuatannya, dan dirinya pun merasa bersalah namun tidak berdaya. "Aku ...." Columbina mencari kata-kata yang terasa asing. "Sudahlah. Biar aku yang urus, kamu minggir sana." Tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di sampingnya. Suara Sandrone. "Hmph. Minta uang makan digantikan kantor saja tidak becus, tapi sudah berani makan sendiri? Eh, salah. Kalau kamu sih kayaknya konsep 'bayar makan' saja tidak paham ya, apalagi cara bayarnya." Kata-kata yang terucap dengan nada kesal, tapi entah kenapa malah membuat hati tenang. "Peraturan keuangan Fatui ini benar-benar kaku. Kaku dan rumit." Dia menulis sesuatu dengan cepat dan menyerahkannya kepada karyawan yang gemetaran di hadapannya. "Mulai sekarang, kalau orang ini makan di sini lagi, masukkan tagihannya ke bonku. Toh prosedur penggantiannya juga sama saja", kata Sandrone dengan nada kesal lagi. "Maaf ..." kata Columbina kepada rekan kerja yang baru saja ia kenal ini. Dia tahu kalau pada saat ini, dia sedang menerima bantuan dari orang lain. "Hah? Siapa yang butuh kata maaf dari kamu?" Nada suara rekannya ini semakin terdengar kesal. Kenapa ya? "Eh ... kamu tidak marah?" tanya Columbina. "Hah? Kenapa harus marah? Kamu kan memang gitu orangnya", dia menjawab dengan nada lelah. "Sumpah ya, aku enggak paham gimana caranya orang kayak kamu bisa bertahan hidup di dunia kayak gini ...." Tidak ada "seharusnya begini". Tidak ada "kamu masih bisa lebih baik dari ini". Yang ada hanya "kamu kan memang gitu orangnya". Nada bicara Sandrone memang selalu terdengar tidak sabaran, tapi ada sesuatu di dalamnya yang mengakui ... bawa memang begitulah dirinya. Columbina merasa senang sekali karena rekannya ini, Sandrone, memilih untuk melihat dirinya apa adanya. "Kenapa malah senyum-senyum sendiri?!" Tanya Sandrone. Columbina menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa. Lain kali kita makan sama-sama ya, Sandrone", katanya. "Aku suka lihat kamu mengurus 'penggantian' biaya makanku." "Hah ...?" Sepertinya rekan tersayangnya ini masih peru waktu untuk terbiasa dengan cara bicara dirinya yang "apa adanya". * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Kisah Karakter 4 | Di malam yang disinari terang rembulan, Columbina suka diam-diam pergi dari Aula Bulan Perak dan mendatangi tempat tinggal hewan-hewan kecil. Mungkin itu sebuah lubang di pohon, atau mungkin sebuah sarang burung. Dia akan berdiri di dekat sana, mendengarkan irama napas hewan-hewan kecil yang damai, sambil mendongak ke arah rembulan di langit. Seolah dengan begitu ia bisa membayangkan seperti apa malam hari di bulan yang asli. Tenang dan damai. Begitulah harapannya. Di malam-malam seperti ini, dia merangkai mimpi tentang "rumah". Saat kembali ke Pulau Hiisi, dia bertemu dengan Pelantun Rembulan zaman ini. Columbina menghabiskan begitu banyak waktu hidup bersama Bani Bulan Embun, tapi belum pernah melihat tanduk yang sebegitu indah dan sebegitu besarnya. "Maaf, menyela izin menyela sebentar", kata Dewi Bulan Embun Canon. "Seingatku, seharusnya ada cukup banyak orang yang punya tanduk di Bani Bulan Embun". Columbina menjelaskan bahwa sejarahnya memang benar begitu, tapi sekarang jumlah orang yang memiliki tanduk bisa dihitung jari. Apalagi tanduk sebesar dan seindah milik Pelantun Rembulan itu. "Memang garis keturunan pasti akan semakin menipis seiring berjalannya waktu ya, karena percampuran dan lain hal", kata Dewi Bulan Embun. "Maaf, silakan lanjutkan ceritanya, Columbina Hyposelenia". Setelah mengenal Pelantun Rembulan itu, Columbina terkadang diam-diam mendatangi tempat tinggalnya. Namun dia menemukan bahwa pasang surut rembulan sepertinya mendatangkan rasa sakit dan kegelisahan kepada si Pelantun Rembulan. Setiap kali hal itu terjadi, Columbina akan mencoba menggunakan kekuatannya untuk menenangkan gejolak tersebut. Terkadang, tanpa sadar dia akan bersenandung, lagu pengantar tidur yang dulu pernah menenangkan jiwanya sebelum dia dilahirkan. "Lagu pengantar tidur dari sebelum kamu lahir?" Kali ini Dewi Bulan Abadi Aria yang bertanya. Columbina menjelaskan tentang lagu yang sudah dia dengar dari sebelum dilahirkan. Ketiga dewi menggelengkan kepala. Mereka tidak tahu apa-apa tentang lagu itu. Columbina terus bercerita kepada kakak-kakaknya tentang berbagai kisah dari dunia di masa depan. Dari rasa sesajian di sana, hingga alunan musik di gedung opera ... dari teman yang punya pegas mekanisme roda gigi di punggungnya, hingga malaikat yang saat ini sudah jadi temannya .... Dan yang terakhir adalah Malam Doa Rembulan. Ketiga Dewi Bulan sangat tergerak oleh deskripsi keindahan malam itu, mungkin juga karena Columbina sendiri tidak bisa berhenti tersenyum saat menceritakannya. "Di zaman kami, para dewa langit jarang memiliki hubungan sedekat ini dengan dunia bawah", kata Dewi Bulan Embun. "Ya, mereka semua baik padaku. Kami bahkan bisa main lempar-lemparan bola air bersama." "Sulit dibayangkan. Sepertinya zaman kita terlalu konservatif ya", ucap Dewi Bulan Abadi sambil menghela napas. "Kami juga saling menempelkan stiker ke wajah masing-masing." Ketiga Dewi Bulan sangat kaget ketika mendengarnya sampai agak berteriak. "Kami bertukar makanan dan saling menyuapi satu sama lain." Dan para dewi pun terdiam. Columbina merasakan bahwa mereka saling bertukar pandang, dan sorot mata mereka seperti ... sedikit iri. Setelah lama terdiam, Dewi Bulan Pelangi Sonnet akhirnya menghela napas dengan nada kagum. "Wah ...." * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Kisah Karakter 5 | Rumah adalah tempat kita diterima. Bulan Embun menembus langit palsu untuk tinggal di Teyvat. Columbina Hyposelenia juga telah diterima oleh dunia ini. Sekarang, giliran Columbina yang akan mencoba menerima dunia ini. Pertama-tama, dia memindahkan batu besar yang menghalangi pintu masuk Aula Bulan Perak. Batu itu awalnya diletakkan untuk mencegah Bani Bulan Embun dan Fatui menemukannya. Sekarang, sepertinya hal itu sudah tidak diperlukan lagi. Teman-teman di Nod-Krai sering bilang kalau Columbina bebas main ke rumah mereka kapan saja. Maka dari itu, adalah pantas dan wajar kalau dia juga melakukan hal yang sama, ke teman-temannya, juga ke "keluarga"-nya. Rumah adalah tempat kita bisa bebas. Tidak ada lagi peraturan yang menolak keberadaan diri, tidak ada lagi tempat yang terlarang untuk didatangi, tidak ada lagi orang yang mau menangkapnya .... Dia bisa pergi ke mana pun yang dia mau, dan bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Tapi saat mulai berinteraksi dengan orang lain, tentu ada beberapa kendala yang tidak terhindarkan. Misalnya saat jalan-jalan di Kota Nasha, dia hampir terjebak skema tipu-tipu orang jahat, sampai Nefer datang menyelamatkannya lalu kemudian memarahinya. Atau saat dia berkeliaran sesuka hati di Nod-Krai, dia tidak sengaja masuk ke tempat terlarang di Piramida dan diantar keluar oleh Illuga .... Yah, dimarahi juga bagian dari hidup kekeluargaan. Columbina tahu itu. Tentu saja, memperbaiki kesalahan juga bagian darinya. Rumah adalah .... Haha, rumah bisa berarti banyak hal ... pikir Columbina. Rumah bisa jadi berbagai macam hal kecil dalam hidup, hal-hal baru yang baru saja dia mulai alami dan rasakan. Dan juga akan selalu menemani perjalanannya di dunia ini, sampai selama-lamanya. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Penutup Mata yang Ditenun dari Terang Bulan | Bagi Columbina, "kebenaran" dunia hanya terlihat saat matanya terpejam. Setelah menyadari bahwa cakrawala yang menyelimuti dunia ini adalah sebuah kebohongan besar, dia menutup kedua matanya dengan kain yang ditenun dari sinar rembulan. Hal ini tidak menyulitkannya sama sekali, malah dunia yang dia rasakan melalui kuuvahki terasa lebih jelas daripada yang bisa dilihat oleh mata. Lagi pula, kalau dia benar-benar penasaran, dia masih bisa mengintip. Karena penutup mata itu dibuat berlubang. Bintang mampu berdusta, tapi pasang surut gravitasi tidak. Orang mungkin menyembunyikan ekspresi, tapi gelombang emosi yang terpancar dari dalam hati mereka tidak dapat disembunyikan. Columbina menunggu, berharap dapat melepas penutup mata yang menghalangi kepalsuan setelah kembali ke "rumah"-nya yang sebenarnya. Namun setelah menjadi Dewi Tiga Bulan dan kembali ke Teyvat, dia teringat kata-kata yang pernah diucapkan oleh Dewi Bulan Embun Canon kepadanya. Dia mulai mencoba membuka matanya dalam kehidupan sehari-hari dan mengamati dunia dari sudut pandang yang baru. Ternyata hutan di musim semi penuh dengan aneka ragam warna. Ternyata salju di musim dingin bisa begitu putih dan berkilau. Ternyata ombak yang pecah di pantai tidak pernah sama. Ternyata lampu-lampu kota di malam hari berkelap-kelip seindah bintang di langit .... Dia merasa sangat beruntung. Mungkin seharusnya dia membuka matanya lebih awal. Kadang-kadang dia berpikir seperti itu. Tapi ... mungkin pengalamannya sampai hari inilah yang mengajarinya untuk melihat keindahan dunia. Jika dia membuka matanya lebih awal, apakah dia hanya akan melihat kebohongan dan keburukan saja? Columbina tidak yakin. Pertanyaan seperti ini perlu direnungkan dan ditelaah sebelum dijawab. Untuk sekarang, biarlah dirinya sesekali membuka mata dan memandang "rumah"-nya yang begitu indah ini. Kalau begitu, kenapa tidak melek terus saja? "Hmm ... karena sudah kebiasaan. Lagi pula", Columbina mengucek matanya, "kalau melek rasanya capek. Istilahnya ... 'mata siwer'?" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Konvergensi Tiga Bulan | Setelah mewarisi kuasa tiga bulan, Columbina jadi punya pertanyaan: Apa benar kuasa ini bisa mewujudkan segalanya? Kira-kira sebaiknya digunakan untuk apa ya? Dia merasakan bahwa hampir semua yang ingin dia lakukan bisa diwujudkan oleh kuasa tiga bulan. Bolak-balik bulan-Teyvat, memindahkan diri sendiri dan benda-benda lain dengan mudah, membuat bunga mekar lebih indah, membuat buah-buahan lebih berisi .... Tentu saja, dia sudah mencoba untuk membangunkan Sandrone. Tapi sepertinya itu satu dari sedikit perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh kuasa tiga bulan. Untuk hal lainnya, antara dia tidak ingin, atau dia merasa sebaiknya jangan. Dia menyukai dunia ini dan keadaan rumahnya yang sekarang. Dia merasa tidak benar kalau mengubah tampilan dan peraturan rumah ini seenaknya hanya karena dia bisa. Terlepas dari niat baik atau buruk, cara seperti itu membuatnya merasa tidak ada bedanya dengan The Doctor. Dia memandang dunia ini sebagai "rumah" tempat dirinya bernaung, dan bukan milik pribadinya. Ada perbedaan besar di antara kedua pandangan tersebut. Maka dari itu, dia memberikan sebagian kekuatannya untuk terus melindungi tempat yang indah ini seperti dulu. Sedangkan kekuatan yang dia simpan untuk dirinya sendiri hanyalah cukup untuk bisa hidup bahagia bersama teman-temannya, seperti yang sudah-sudah, dan untuk melindungi hal-hal yang berharga baginya saat diperlukan. Saat itu, Columbina tiba-tiba memahami pilihan yang dibuat oleh ketiga kakaknya. Dibandingkan dengan "menguasai", mereka hanya ingin "melindungi" dunia di bawah rembulan ini. Apa sekarang dia sudah pantas jadi adik mereka? Pertanyaan ini memunculkan rasa harmonis yang manis di dalam hatinya. Rasanya seperti sesuatu yang diwariskan, atau bisa dibilang seperti "tradisi keluarga" Dewi Bulan. Memikirkan hal ini, hati Columbina terasa hangat. Sepertinya dia telah menemukan sesuatu yang selama ini dia rindukan. Ikatan dan warisan keluarga. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |




















143 responses to “Columbina”
Yuritards will looking at the teaser, trailer, recent animate short of Columbina holding hand with Aether and still claiming Sandbina (ew) or Arlebina (ew) is the true ship.
This is why we need to legalize sending death threats to yuritard and wasted-talent idiots making sandbina arts.
mad bc women would rather fuck eachother than u ig
Incels really post stuff like this and still wonder why they can never get laid.
No people need to be banned from internet and sent to therapy if they think death threats are appropriate over ships they don’t like… grow up and get help
Lmao at the 3 samefags
dont have nahida, ineffa, nerfer, flins, should i pull columbina and stop at c1 or her signature weapon ?
honestly bina won’t be really useful for you if you don’t have any nk characters… i would get columbina and then ineffa lol
Her c1 is weak.
Ineffa is better than C1.
Then, save for lauma, shibai or flins.
Nefer depends on lauma, so she is last in priority.
just use aino for the moonsign level
C1 or weapon?
C1
from what I saw her weapon is BiS but only 8 or 9% better than most f2p options unless she’s the onfield DPS.
sac Jade, fav, prototype, most of the event weapons, are all decent options. sac Jade R5 seems to be her best low spenders option that falls only about 5-6% behind her signature! this is great news.
her cons are super impactful on the other hand. making gravity tick faster in c2 for instance, is a huge team increase and c1 can lower ER requirements or provide some QoL for certain setups.
my answer is: C2