
Table of Content |
Stats |
Skills |
Skill Ascension |
Related Items |
Gallery |
Sounds |
Quotes |
Stories |
Stats
Lv | HP | Atk | Def | CritRate% | CritDMG% | Bonus CritRate% | Materials | Total Materials |
1 | 989 | 27.74 | 60.85 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
20 | 2564 | 71.97 | 157.84 | 5.0% | 50.0% | 0% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
20+ | 3412 | 95.75 | 210.01 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
40 | 5106 | 143.28 | 314.24 | 5.0% | 50.0% | 0% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
40+ | 5708 | 160.18 | 351.31 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
50 | 6567 | 184.29 | 404.19 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
50+ | 7370 | 206.82 | 453.61 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
60 | 8238 | 231.18 | 507.04 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
60+ | 8840 | 248.08 | 544.11 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
70 | 9716 | 272.66 | 598.02 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
70+ | 10318 | 289.56 | 635.09 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
80 | 11204 | 314.42 | 689.61 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
80+ | 11806 | 331.32 | 726.67 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
90 | 12699 | 356.38 | 781.62 | 5.0% | 50.0% | 19.2% |
Skills
Active Skils
![]() | By the Horns | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Aku harus … bertarung seperti pegulat yang hebat! Varesa melancarkan maksimum 3 serangan, dan mengakibatkan Mengonsumsi sejumlah Stamina dan menyeruduk musuh di depan, mengakibatkan Nightsoul-aligned Menerjang dari udara untuk menghantam tanah, menyerang musuh di jalur terjangan dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Dalam status ini, Normal Attack, Charged Attack, dan Plunging Attack Varesa akan mendapatkan buff yang berikut: Bertarung tanpa rasa takut seperti seorang pegulat juara! Melancarkan maksimum 3 serangan, dan mengakibatkan Mengonsumsi sejumlah Stamina, dan menggunakan kepalanya untuk menyeruduk musuh di depan dengan kuat, mengakibatkan Nightsoul-aligned Mengonsumsi seluruh poin Nightsoul dan menghantam tanah dari udara untuk menyerang musuh di jalur terjangannya dan mengakibatkan Nightsoul-aligned | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
![]() | Riding the Night-Rainbow | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dengan langkah secepat kilat dan gagah seperti petir, Varesa menunjukkan makna gulat yang sebenarnya. Varesa menerjang ke depan dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Setelah melancarkan skill ini, Varesa akan mendapatkan 20 poin Nightsoul dan efek “Follow-Up Strike”: Selama efek ini aktif, ketahanan Varesa terhadap interupsi akan meningkat. Saat menekan tombol Normal Attack, Varesa akan melakukan Charged Attack dengan cepat tanpa mengonsumsi Stamina. Efek Follow-Up Strike akan hilang setelah Varesa melakukan Charged Attack. Varesa akan menunjukkan teknik bergulat yang berbeda saat melancarkan skill ini dengan Mode Tekan atau Mode Tahan. Menerjang ke depan dengan cepat. Varesa memasuki status Nightsoul’s Blessing dan berganti ke mode Sudden Onrush. Terus mengonsumsi poin Nightsoul. Dalam status ini, Movement SPD dan ketahanan Varesa terhadap interupsi akan meningkat, dan ia bisa memanfaatkan perbedaan medan untuk melompat, atau mengonsumsi poin Nightsoul tambahan untuk bergerak di atas permukaan air dan Phlogiston cair, serta menjadi kebal terhadap DMG dari Phlogiston cair. Status Nightsoul’s Blessing Varesa akan berakhir saat poin Nightsoul-nya habis. Saat Varesa berada dalam status Sudden Onrush atau Fiery Passion, ia akan dianggap berada dalam status Nightsoul’s Blessing. Elemental Skill Varesa memiliki jumlah penggunaan 2 kali. Saat Varesa memasuki status Fiery Passion, ia akan mendapatkan tambahan jumlah penggunaan Elemental Skill (Mode Tekan) sebanyak satu kali dan DMG Elemental Skill-nya akan meningkat. ·Saat tidak berada dalam status Fiery Passion, Varesa dapat memulihkan poin Nightsoul-nya dengan cara melancarkan Plunging Attack. Varesa akan otomatis memasuki status Fiery Passion saat poin Nightsoul-nya mencapai maksimum melalui cara ini, atau saat ia melancarkan Elemental Burst ·Saat berada dalam status Fiery Passion, Normal Attack, Elemental Skill, dan Elemental Burst Varesa akan mendapat penguatan tertentu, dan dalam waktu singkat setelah melancarkan Plunging Attack, Varesa dapat melancarkan Elemental Burst yang spesial. ·Status Fiery Passion dapat berlangsung maksimum 15 detik dan akan menghilang jika poin Nightsoul habis atau Varesa keluar dari status bertempur selama beberapa saat. “Sekarang, akulah pahlawanku.” | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
![]() | Guardian Vent! | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Layaknya pahlawan keadilan yang digambarkan di dalam gulungan cerita yang diperlihatkan kepada anak-anak, Varesa melompat tinggi dan menggunakan momentum jatuhnya untuk melancarkan tendangan melompat yang sangat kuat dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Setelah melancarkan skill ini, Varesa akan memulihkan poin Nightsoul-nya hingga maksimum dan memasuki status Fiery Passion. Dalam status Fiery Passion, Elemental Burst Varesa akan berubah menjadi serangan yang mengakibatkan Nightsoul-aligned Selain itu, jika Varesa melancarkan Plunging Attack dalam status Fiery Passion, maka Varesa akan memasuki status Apex Drive selama beberapa saat. Meningkatkan ketahanan Varesa terhadap interupsi. Saat berada dalam status ini, Varesa dapat mengabaikan CD Elemental Burst dan mengonsumsi Energy yang lebih sedikit untuk melancarkan Elemental Burst spesialnya “Guardian Vent: Volcano Kablam”: Varesa akan melakukan Plunging Attack “Thunderous Tornado Eruption” yang sangat kuat dan mengakibatkan Nightsoul-aligned Setelah melancarkan Elemental Skill, akan keluar dari status Apex Drive. Sebenarnya nama yang Varesa berikan untuk gerakan ini adalah “Tendangan Petir Super Mega Ultimate Penghancur Langit dengan Ledakan Sonic Super Dinamis Pahlawan Keadilan Tak Terkalahkan!” Sayangnya, nama ini terlalu panjang dan dia terlalu malu untuk menyebutkan nama ini dengan lantang di depan semua orang, meski saat ia memakai topengnya sekalipun. Makanya, Varesa mengambil keputusan untuk mengganti namanya jadi seperti yang sekarang ini. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Passive Skills
![]() | Night Realm’s Gift: A Torch That Incinerates Evil |
Setelah poin Nightsoul habis terpakai, Varesa akan mengonsumsi Phlogiston untuk mempertahankan status Nightsoul’s Blessing dan mode Sudden Onrush. Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, dapat melancarkan Nightsoul Transmission: Varesa. Saat Karakter aktif sedang berlari, memanjat, atau sedang bergerak yang dikarenakan oleh Talenta tertentu, atau saat melayang di ketinggian tertentu, dan mengganti Karakter menjadi Varesa, akan memicu efek berikut: Varesa memasuki status Nightsoul’s Blessing, berganti ke mode Sudden Onrush, dan mendapatkan 20 poin Nightsoul. Nightsoul Transmission party sendiri dapat terpicu sekali setiap 10 detik. Selain itu, saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Varesa tidak akan menerima DMG jatuh saat melompat dengan memanfaatkan perbedaan medan. |
![]() | Tag-Team Triple Jump! |
Setelah melancarkan Elemental Skill Jika Varesa melancarkan Plunging Attack selama durasi ini, maka ia akan mengakibatkan DMG tambahan sebesar 50% ATK saat menghantam tanah. Jika Varesa berada dalam status Fiery Passion, maka hantaman ini akan mengakibatkan DMG tambahan sebesar 180% ATK. Efek “Rainbow Crash” akan hilang saat Plunging Attack mengenai musuh atau saat durasinya berakhir. |
![]() | The Hero Twice-Returned! |
Saat anggota party di sekitar memicu Nightsoul Burst, ATK Varesa meningkat 35% selama 12 detik. Efek ini dapat ditumpuk 2 kali, durasi setiap lapisnya dihitung terpisah. |
![]() | Blazing Heart, Singular Advance! |
Kecepatan Varesa saat berlari meningkat. Saat tidak berada dalam kondisi bertempur, Stamina yang dikonsumsi saat berlari juga akan meningkat. Selain itu, Saat ada area dengan Phlogiston Mechanic di Natlan, Makanan yang dikonsumsi oleh anggota party sendiri akan memulihkan 20 poin Phlogiston. Efek ini dapat terpicu sekali setiap 10 detik, tapi tidak aktif dalam Domain, Trounce Domain, atau Spiral Abyss. |
Constellations
![]() | Undying Passion |
Efek Talenta Pasif “Tag-Team Triple Jump!!” diperkuat: Saat melakukan Plunging Attack Spesial “Thunderous Tornado Eruption”, Varesa juga akan mendapatkan “Rainbow Crash” selama 5 detik. Selama durasi “Rainbow Crash”, terlepas dari Varesa berada dalam status Fiery Passion atau tidak, saat Varesa melakukan Plunging Attack, DMG tambahan saat Plunging Attack menghantam tanah akan mengakibatkan 180% ATK. Harus membuka Talenta Pasif “The Tag-Team Triple Jump!” terlebih dahulu agar efek ini bisa aktif. Selain itu, saat Varesa berada dalam status Nightsoul’s Blessing: Sudden Onrush, poin Nightsoul atau Phlogiston yang dikonsumsi berkurang 30%. |
![]() | Beyond the Edge of Light |
Terlepas dari Varesa berada dalam status Fiery Passion atau tidak, Varesa tetap akan memasuki status Apex Drive setelah melancarkan Plunging Attack. Saat dalam status Apex Drive, ketahanan Varesa terhadap interupsi juga akan meningkat lebih lanjut. Selain itu, Varesa akan memulihkan 11,5 poin Energy saat melancarkan Plunging Attack dan hantamannya mengenai musuh. |
![]() | Unbowed Resolve |
Meningkatkan 3 level Elemental Burst Maksimum: Lv. 15. |
![]() | The Courage to Press On |
Varesa akan mendapatkan efek penguatan yang berbeda berdasarkan status Varesa saat ia melancarkan Elemental Burst ·Tidak berada dalam status Fiery Passion atau Apex Drive, maka Varesa akan mendapatkan efek Diligent Refinement selama 15 detik. Efek ini akan meningkatkan DMG yang diakibatkan Plunging Attack Varesa sebesar 500% ATK Varesa, dengan peningkatan DMG maksimum sebesar 20.000 poin. Efek ini akan hilang saat hantaman Plunging Attack mengenai musuh atau saat durasinya berakhir. ·Sedang berada dalam status Fiery Passion atau Apex Drive, maka DMG yang diakibatkan Elemental Burst |
![]() | Thoughts Floating on the Warm Breeze |
Meningkatkan 3 level Maksimum: Lv. 15. |
![]() | A Hero of Justice’s Triumph |
Saat memasuki status Apex Drive, Varesa akan memulihkan 30 poin Energy. Plunging Attack dan Elemental Burst Selain itu, Varesa akan memulihkan poin Nightsoul-nya hingga batas maksimum saat melancarkan Elemental Skill |
Skill Ascension
Gallery
Sounds
Quotes
Audio Language:
Title | VoiceOver |
Halo | |
Berbincang: Makan | |
Berbintang: Latihan Kekuatan | |
Berbincang: Pengelolaan Kebun | |
Ketika Turun Hujan | |
Ketika Petir Menyambar | |
Ketika Turun Salju | |
Ketika Matahari Bersinar | |
Ketika Angin Berembus | |
Selamat Pagi | |
Selamat Siang | |
Selamat Malam | |
Selamat Tidur | |
Tentang Varesa: Makan dan Kekuatan | |
Tentang Varesa: Kisah Kepahlawanan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Kita: Keren Banget | |
Tentang Kita: Maju Bersama-Sama | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
Tentang Vision | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Berbagi Cerita | |
Kisah Menarik | |
Tentang Iansan: Pelatih dan Komandan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Iansan: Latihan Berkelanjutan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Mavuika | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Mualani | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Kinich | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Xilonen | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Citlali | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Dori | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Tentang Escoffier | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Mengenal Varesa: I | |
Mengenal Varesa: II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
Mengenal Varesa: III | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Mengenal Varesa: IV | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
Mengenal Varesa: V | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
Hobi Varesa | |
Kekhawatiran Varesa | |
Makanan Favorit | |
Makanan yang Tidak Disukai | |
Menerima Hadiah: I | |
Menerima Hadiah: II | |
Menerima Hadiah: III | |
Ulang Tahun | |
Perasaan Tentang Ascension: Permulaan | * Terbuka saat Ascension tahap 1 |
Perasaan Tentang Ascension: Persiapan | * Terbuka saat Ascension tahap 2 |
Perasaan Tentang Ascension: Klimaks | * Terbuka saat Ascension tahap 4 |
Perasaan Tentang Ascension: Konklusi | * Terbuka saat Ascension tahap 6 |
Elemental Skill: I | |
Elemental Skill: II | |
Elemental Skill: III | |
Elemental Skill: IV | |
Elemental Skill: V | |
Elemental Skill: VI | |
Elemental Skill: VII | |
Elemental Skill: VIII | |
Elemental Skill: IX | |
Elemental Burst: I | |
Elemental Burst: II | |
Elemental Burst: III | |
Elemental Burst: IV | |
Elemental Burst: V | |
Elemental Burst: VI | |
Membuka Peti Harta: I | |
Membuka Peti Harta: II | |
Membuka Peti Harta: III | |
HP Rendah: I | |
HP Rendah: II | |
HP Rendah: III | |
HP Rekan Rendah: I | |
HP Rekan Rendah: II | |
Gugur: I | |
Gugur: II | |
Gugur: III | |
Menerima Serangan Ringan: I | |
Menerima Serangan Hebat: I | |
Menerima Serangan Hebat: II | |
Bergabung ke Party: I | |
Bergabung ke Party: II | |
Bergabung ke Party: III |
Stories
Title | Text |
Info Karakter | “Waktunya latihan, Varesa!” Setiap pagi, suara pelatih yang keras seperti guntur akan menggelegar, dan asap-asap debu pun akan mengepul dari kebun buah. Setelah beberapa saat, Varesa—pengelola kebun buah yang populer dan sekaligus anggota inti dari Tim Patroli “Bangsa Berlimpah Jaya” yang bangun kesiangan—berjalan dengan terhuyung-huyung ke tempat olahraga sambil menggigit roti dengan selai. Pada saat ini, Varesa yang masih mengumpulkan nyawanya mendengarkan instruksi pelatihnya dengan mata yang berat dan tatapan kosong. Lalu dia mulai pemanasan, dan mulai mengumpulkan kekuatannya …. Terkadang pelatih Varesa akan menekankan bahwa selai mengandung terlalu banyak gula, ini berarti waktunya hukuman! Varesa baru tersadar kalau ternyata dia mengambil makanan yang paling dia sukai, bukan yang paling sehat karena ia terlalu terburu-buru dan belum sepenuhnya bangun. Varesa hanya bisa menundukkan kepalanya dengan malu, dan ia pun berjalan lemas ke rak barbel yang super berat sambil diiringi tatapan orang-orang sekitarnya yang takjub, iri, atau bingung. Mengangkat beban seberat ini umumnya akan membuat manusia biasa sakit otot selama setengah bulan … tapi Varesa justru mengangkatnya sebagai pemanasan “ringan”, selagi ia bersiap-siap untuk mengangkap beban yang bahkan dianggap “mematikan” oleh pejuang elite sekalipun. Tapi Varesa malah menjadi semakin bersemangat di tengah menu latihan yang gila ini. Matanya terlihat berseri-seri dan akhirnya dia pun tersenyum bahagia. Karena itulah, bahkan pejuang terkuat di suku “Berlimpah Jaya” yang menjunjung tinggi kekuatan mereka tidak pernah berani menantang Varesa. Tapi kalau kamu mencoba menyelidiki sumber kekuatan Varesa, kamu akan menemukan bahwa kehidupan Varesa … teramat sangat santai. Bersama dengan teman Saurian-nya, Vanana, ia mengelola kebun buah miliknya, pelan-pelan merawat tanahnya, lalu membuka kios untuk menjual hasil panennya tanpa rasa terburu-buru sama sekali …. Mendengar keseharian Varesa bisa membuat siapa pun mengantuk, benar-benar tidak ada yang luar biasa dari kehidupan sehari-harinya. Dilihat dari sisi mana pun, kehidupannya sama saja seperti gadis tetangganya bukan? Itu benar, tapi ada satu pengecualian, yaitu porsi makan Varesa. Tolong tambah satu porsi lagi ya! Lalu satu porsi lagi dengan bumbu yang lebih banyak! Oh, porsinya juga ditambah ya, makin banyak makin bagus deh! Menghabiskan makanan untuk porsi 35 orang adalah hal biasa bagi Varesa. Bahkan kompetisi makan seperti “Lomba Makan Dahsyat” pun harus membuka kategori khusus untuknya …. Jadi semua orang bertanya-tanya … “Apa mungkin bagi seorang dengan bakat sepertinya, semakin banyak dia makan, semakin besar juga kekuatannya?” |
Kisah Karakter 1 | Bagi Varesa, setiap hari adalah hari yang menyenangkan. Orang tuanya sering berkata, “Gunung Berapi Tollan tidak meletus untuk waktu yang sangat amat lama sebelum dan sesudah kelahiran putri kami.” Tapi Varesa bukanlah seseorang dengan kekuatan dewa, dan kelahirannya tentu saja tidak bisa memengaruhi gunung berapi. “Sangat amat lama” hanyalah sebuah ungkapan. Namun, kenyataan bahwa dia lahir di masa-masa yang bebas dari bencana alam sudah menjadi bukti akan keberuntungannya. Di suku “Berlimpah Jaya” yang makmur, keluarga Varesa hidup berkecukupan. Tak pernah mengalami kekurangan materi, ia tumbuh dalam kehangatan dan selalu tercukupi. Orang tuanya juga tidak memiliki harapan muluk untuknya, mereka hanya ingin dia hidup bahagia dan sehat. Dan setelah dewasa nanti, dia bisa mewarisi kebun buah mereka. Ketika sang ayah berkebun, ibunya akan mendudukkan Varesa di punggung Vanana si Saurian kecil. Jika ada buah yang jatuh, Varesa kecil selalu dengan sigap menangkapnya. Tindakan ini memicu pujian dari kedua orang tua dan elusan penuh sayang dari Vanana. Saat berjualan buah, ibu menggendong Varesa duduk di samping ayah, membuka gulungan tenun, lalu bercerita. Dari dongeng Saurian baik hingga legenda para pahlawan kuno, kisah-kisah bergulir dari cerita pendek ke adegan penuh laga. Varesa kecil makan sambil mendengarkan dengan sangat terpesona, kadang-kadang menghabiskan sekeranjang penuh Quenepa Berry tanpa ia sadari, membuat ayahnya tersenyum geli. Masa kecil yang bebas dari kekhawatiran telah memberikan Varesa hadiah berupa kepribadian yang tenang, lembut, dan senang berbagi. Di suku Berlimpah Jaya, kekuatan ibarat kartu identitas. Yang besar dan kuat selalu dikagumi dan dihormati, sejak masih kanak-kanak pun. Badan Varesa biasa saja, tapi di usia muda dia sudah kuat mengangkat dan melempar mantan pemimpin grup anak-anak di lingkungannya, sekaligus barbel berat kebanggaan si mantan pemimpin. Mantan, karena sejak saat itu Varesa yang jadi pemimpin baru. Tapi anaknya sendiri tidak minat yang seperti itu. Varesa malah ingin jadi pahlawan. Yang bisa menjaga ketertiban sekaligus memastikan semua orang kenyang dan senang. Kalau ada yang enak, dibagi! Kalau ada yang seru, nikmati! Semuanya bareng. Jangan menyiksa orang kalau tidak mau diangkut! Heh, jangan seenaknya menguasai komik dan mainan! Bagi-bagi ke yang lain, atau aku seret loh ya! Awas ya, kalian tukang onar. Masih berani macam-macam, aku kasih bogem mentah nih …. Eh, jangan … kalau kena pukul, pingsannya bisa dua minggu … sudah, dijitak pelan saja. Pokoknya, kita semua harus hidup rukun dan damai, jangan bertengkar karena hal-hal kecil, apalagi bersikap egois atau sengaja menyusahkan orang lain! Pada masa inilah bakat Varesa mulai terlihat, bahkan ke tingkat yang agak ekstrem …. Temannya yang lebih lemah cerita soal buah liar di sebelah utara kampung suku. Katanya buah itu rasanya asam tapi manis, ajaib. Setelah mendengar hal itu, Varesa kecil mencabut pohon buah tersebut sampai ke akarnya dan membawanya ke depan rumah si teman. Sang ibu menggunakan kesempatan ini untuk mengajari Varesa tentang pentingnya merawat serta hidup berdampingan dengan alam. Dilarang sembarang merusak pohon. Mereka berdua lalu menanam kembali pohon itu di tempat asalnya. Di lain ketika, kepala suku bilang di wilayah mereka sedang sering terjadi longsor. Semua orang harus lebih hati-hati. Varesa kecil lalu mencari tempat tinggi di sekitar dan berdiri dengan serius sambil berkacak pinggang untuk berjaga. Begitu melihat batu menggelinding, dia langsung loncat dan menendang batu yang jatuh itu sampai tidak kelihatan! Setelah itu, ayahnya membawa Varesa kecil mendaki ke atas untuk mencari sumber batu-batu yang longsor, lalu mereka bersama-sama menimbun tanah dan menggali lubang supaya batunya aman dan tidak akan jatuh lagi untuk beberapa waktu ke depan. Setiap kali, orang-orang merasa heran … kok bisa ya ada anak kecil sekuat itu? Tapi, melihat senyum lembut Varesa dan anak-anak yang bermain dengan rukun di bawah pengawasannya, para orang dewasa tidak khawatir kekuatan Varesa lepas kendali. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 2 |
Kisah Karakter 2 | Dan memang, kekuatan Varesa aman terkendali … tapi nafsu makannya, itu lain cerita. Mungkin itulah harga yang dibayar untuk kekuatan. Waktu Varesa baru bisa jalan, nafsu makannya sudah menyamai dewasa muda di kampungnya. Waktu dia setinggi lutut orang tuanya, dalam sekali makan dia bisa menghabiskan jatah makan satu keluarga selama sehari, termasuk pakan untuk Vanana. Tapi Varesa kecil jarang dapat kesempatan untuk menunjukkan kekuatannya. Karena biasa makan banyak begitu, bentuk badannya mulai jadi “kayak Valberry kalau dilihat dari jauh”. Beratnya naik terus, sampai orang tuanya pun mulai cemas. Demi kesehatan dan kemampuannya untuk bekerja di masa depan nanti, orang tua Varesa menugaskannya mengurus kebun. Cara yang bagus untuk mengkondisikan Varesa agar membakar energi berlebih di badannya. Setelah tiba di kebun, Varesa sadar sesuatu yang kurang baik tentang dirinya sendiri. “Papa, mama, dan Vanana bekerja keras setiap hari tapi cuma makan sedikit. Aku yang enggak ngapa-ngapain malah makan terus ….” “Harus kerja keras buat gantiin makanan! Enggak boleh seenaknya gini!” Orang tuanya pun senang karena Varesa langsung bisa berkebun. Awalnya dia kerja keras sekali, kekuatannya yang setara Tatankasaurus dikerahkan untuk mengangkut barang, peralatan, dan segala macam lainnya yang ada di kebun. Kerja keras terasa ringan baginya, seperti jalan-jalan keliling untuk membakar kalori sehabis makan. Di bawah bimbingan sang ibu, dia belajar ilmu pertanian yang lebih detail, seperti mengurus tanah, mencampur nutrisi, dan mengendalikan kelembapan. Varesa mempelajari ini semua dengan semangat sekali. Ke depannya kebun ini akan jadi tanggung jawabnya. Kerjanya dalam sehari saja sudah lebih berat dari Saurian. Meskipun tidak terlalu pandai membaca gulungan, memahami prinsip teknis, dan pembukuan … Varesa sudah bisa keluar beli rempah sendiri, dan sudah bisa mengurus kebunnya sendiri … tugas yang orang dewasa saja kadang kesulitan! Lambat laut berat badannya pun berkurang. Bentuk tubuhnya mulai stabil, dan dia sudah tidak berisiko kena penyakit gara-gara gemuk. Tapi meski sudah susah payah menahan nafsu makan, tetap saja Varesa kecil masih doyan makan. Sangat doyan. Yah, begitulah. Akhirnya Varesa dibawa ke dokter untuk diperiksa. Tapi ternyata, dia malah dipuji. Katanya, “anak ini badannya sehat sekali, makanya dia doyan makan” … dan penyebabnya pun gagal diketahui. Sebaliknya, setelah mengamati Varesa kecil untuk waktu yang lama, kepala suku Acatl memberikan komentar yang sangat masuk akal: Tanah Teteocan yang subur menghasilkan sayur dan buah baik untuk memberi makan para pejuang, tapi tidak semua tubuh jasmani bisa sepenuhnya memanfaatkan energi yang terkandung di dalamnya. Setelah makan, ada yang cuma kuat angkat besi sepuluh set, dan ada juga yang kuat bawa barbelnya naik turun gunung sambil lanjut menari. Tapi ada legenda, tentang pejuang Teteocan yang tubuhnya bisa memanfaatkan setiap kalori yang didapat dari makanan, tanpa ada yang terbuang. Kekuatannya luar biasa, setara dengan nafsu makannya. Mungkin Varesa termasuk kategori yang ini. Tidak semua pejuang mendapat Marga Kuno dan menjadi pahlawan. Seperti rangka kapal dan fondasi bangunan, mereka menjadi batu penjuru, pelita yang menerangi kegelapan. Ketika ada kesempatan, kisah mereka juga diwariskan ke generasi mendatang. Sosok-sosok inilah yang kadang dikenal dengan nama “pahlawan cadangan”. Teori kepala suku ini berhasil menenangkan hati orang tua Varesa. Setidaknya, putri mereka bukan sakit aneh-aneh. Varesa kecil cuma menangkap satu hal saja dari cerita kepala suku …. “Pahlawan cadangan? Aku?” * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
Kisah Karakter 3 | Pahlawan cadangan … istilah ini melekat di benak Varesa kecil. Dia pun akhirnya punya cita-cita mulia: “Aku kan beda dari yang lain. Harus kerja keras biar bisa jadi pahlawan yang bukan cadangan!” Tapi beban kata “pahlawan” jauh melebihi bayangan Varesa kecil. Pahlawan menang melawan kejahatan, hanya mengutarakan sepatah dua patah kata saja ketiga melaksanakan tugasnya. Demikianlah cerita yang beredar menghilangkan kesedihan, kepahitan, dan kerja keras yang ada di balik setiap kisah. Musuh menyerang dengan meraung-raung, pertarungan hidup dan mati jauh lebih mengerikan daripada pertandingan gulat mana pun yang pernah ditonton Varesa. Varesa baru berusia lima tahun ketika pertama kali diserang Abyss. Nalurinya mendorong kakinya untuk menendang monster pertama yang masuk ke kebunnya sampai terbang jauh sekali. Tapi ketika monster-monster lain mulai masuk seperti ombak hitam yang menggulung, Varesa kecil ketakutan sampai menangis. Untungnya sang ayah cepat tanggap. Dia mengusir monster, menjemput Varesa dan ibunya, lalu bersembunyi di balik leher Vanana. Pintu dikunci, mereka menenangkan Varesa kecil sambil menunggu pasukan patroli datang. Melihat kebun buah yang porak-poranda dan para pejuang suku yang terluka, air mata Varesa kecil berhenti mengalir. Kepalan tangannya yang mungil mengerat erat, kukunya menancap ke dalam telapak tangannya tanpa ia sadari. Varesa kecil tidak paham tujuan musuhnya, dan dia tidak ingin tahu. Yang dia tahu hanyalah rumahnya telah diratakan oleh makhluk-makhluk ini, paman dan bibi yang sering datang beli buah terluka, bahkan ada beberapa yang mungkin tidak akan pernah sadar kembali … Betapa dia berharap bisa seperti para pahlawan dalam cerita, yang mampu membasmi para monster Abyss dalam sekejap mata. Seusai memindahkan dan merenovasi kebun bersama kedua orang tuanya, Varesa sudah bukan lagi anak kecil yang hidupnya santai bermain saja. Setelah mendapat izin dari ayah dan ibunya, Varesa mengenakan topeng kecil, menyeret barbel terberat yang ada di pusat kebugaran, lalu membuka pintu batu berat menuju ruang persiapan arena gulat. Dia memohon pada para pejuang di dalam sana untuk mengajarinya bertempur. “Pahlawan cadangan” harus bisa menaklukkan ketakutan serta kelemahan dirinya. Kekuatan yang luar biasa di dalam tubuhnya harus bisa dipakai untuk melindungi suku bangsanya. Beberapa pegulat sombong yang tidak suka melihat ada anak ingusan muncul minta ini itu mencoba mengusir Varesa. Tanpa banyak bicara, Varesa langsung memegang kaki mereka dan menyeret mereka ke atas ring. Para pegulat yang kebingungan itu lalu dia dorong pelan, dan hanya begitu saja yang diperlukan untuk melempar semuanya keluar dari ring. Kekuatan Varesa tidak bisa disepelekan. Pejuang yang hadir, beserta kepala suku Acatl yang terburu-buru datang, langsung merundingkan situasinya di tempat. Permintaan Varesa pun dikabulkan dengan suara bulat. Di mata para pejuang Berlimpah Jaya, kekuatan Varesa sudah melebihi banyak orang dewasa. Dan tak lama berselang dia pun dilihat sebagai sosok yang menguasai betul bidangnya. Sejak saat itu, Varesa mendapat banyak ilmu dari pejuang hebat. Dia tidak tahu bela diri seperti apa yang cocok dengan gayanya, maka dia mencoba meniru jurus para pahlawan satu per satu sambil mencari mana yang paling pas. Latihan ini berlangsung selama beberapa tahun, dengan pembagian yang seimbang antara teori dan praktik. Entah karena gugup atau belum berpengalaman, saat berhadapan dengan musuh, Varesa masih mengandalkan naluri, yakni menendang musuh sekuat tenaga sampai terbang. Senjata jarak dekat di tangannya pun beralih fungsi, menjadi senjata lontar …. Sampai-sampai beberapa Hilichurl mulai melemparkan senjata untuk membalas serangan Varesa. Korban yang tak sengaja terlibat baku tembak karena datang di saat yang tidak tepat adalah Iansan … dan pelatih hebat itu pun mulai memberi perhatian lebih ke Varesa, dan akhirnya mengambil alih program pelatihan si gadis muda. Untuk sepenuhnya menggali potensi Varesa, Iansan secara khusus menyusun program latihan yang ketat dan efisien. Setelah itu, dia terkejut menemukan bahwa talenta Varesa berada jauh di atas semua muridnya yang lain, mampu mengeluarkan kekuatan yang setara dengan murid-murid yang telah digembleng keras hanya dengan mengandalkan intuisi. Iansan bahkan percaya bahwa kekuatan Varesa pasti akan melampaui dirinya sendiri. Dengan tujuan menyemangati, dia lalu bilang “Aku tidak akan kalah darimu!” Tapi hasilnya malah Varesa yang malu dan tak bisa berkata-kata. Selama masa pelatihan, Varesa berhasil menghempaskan ribuan monster, tetapi juga menghancurkan ratusan senjata, membuat puluhan pejuang suku menggelengkan kepala sambil memegang dahi mereka, hingga akhirnya Iansan menarik sebuah kesimpulan: Varesa adalah seorang jenius dalam hal kekuatan brutal, namun justru karena kekuatannya yang terlalu meluap-luap, dia tidak cocok menggunakan senjata jarak dekat pada umumnya. Lebih baik mengadopsi gaya bertarung tangan kosong seperti pegulat untuk memaksimalkan keunggulannya sendiri. Atas rekomendasi Iansan, Varesa secara resmi bergabung dengan Tim Patroli suku, mulai sering bertugas di garis depan, dan terus memperkuat teknik bertarungnya. Dan pada bulan kedua setelah bergabung dengan Tim Patroli, Varesa kembali menghadapi ujian yang berat. Gelombang hitam monster kembali menyerang. Semua pejuang kelelahan setelah diserbu tiga hari berturut-turut, bahkan Varesa saja hampir mencapai batasnya …. Tapi dalam pertempuran inilah Varesa mendapat sesuatu, sesuatu yang begitu berharga dan berhasil menjadikan dirinya pejuang yang lebih kuat. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Kisah Karakter 4 | Setelah mengalami ujian pertempuran yang keras, sikap Varesa menjadi lebih tenang. Dengan pengalaman tempur yang semakin kaya, ia juga semakin jarang panik meski dalam kondisi genting. Setelah mengambil alih bisnis keluarga dari orang tuanya, pola kehidupannya kembali santai seperti masa kecilnya. Karena pada dasarnya dia adalah gadis muda yang santai. “Hidup santai, hidup nikmat”, begitu motonya. Sehari-hari dia dengan santai mengurus kebun buah, merawat Vanana, jualan buah dan sayuran berkualitas ke berbagai suku pakai gerobak, beli bahan makanan buat siang dan malam. Kalau ada yang lagi lomba makan, bagus! Perut tanpa dasar ini mesti diisi penuh! Lalu latihan sesuai program Bu Pelatih, setiap hari. Latihan pakai 18 mesin, tiga set gerakan sebadan tanpa mesin, satu set-nya 300 kali repetisi. Lari tiga sesi, masing-masing 30.000 langkah … tidak usah perhatikan waktunya, tapi ingat jangan sampai bikin orang lain takut kalau latihannya malam-malam. Ketika dipanggil melapor ke Tim Patroli, Varesa selalu bawa sekarung makanan. Dia mengikuti rekan setimnya seperti lagi karyawisata, sambil mencari tempat untuk berkemah. Ketika ketemu monster biasa, dia akan pakai topeng lalu mulai menendang … anggap saja pemanasan! Hanya ketika melawan musuh dari Abyss-lah semangat tempur Varesa membara dengan panasnya. Kepribadian seperti ini juga membuat Varesa tidak cocok untuk beberapa kegiatan, utamanya ya di Ziarah Kembalinya Api Keramat. Sebagai pejuang hebat dari Berlimpah Jaya, semua orang mengharapkan Varesa menorehkan prestasi bagus di ajang Ziarah. Namun sejak pertama kali Varesa belajar bertarung, dia tidak pernah menganggap pejuang dari suku lain sebagai musuh, dan ketika berhadapan dengan sesama dari Natlan, dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kemampuannya, sehingga penampilannya dalam kompetisi … cuma sebagai pemeriah suasana saja. Suatu ketika “Belati Pasir Seit’aad” menggunakan senjatanya untuk menghalau serangan Varesa, sampai gadis itu terbang menembus gua, dan tersesat di dalam sana. Dia akhirnya bisa keluar karena dituntun oleh Yumkasaurus kecil, dan ketika sampai kembali di arena, kompetisinya sudah lama usai. Lalu ada pejuang veteran Bunga Bersayap, Nusta, yang sedang pamer jurus pukulan. Varesa yang kebetulan lewat memuji jurusnya, sama sekali tidak memerhatikan sekeliling. Dia bahkan tidak tahu rekan-rekan Nusta sudah berhasil mencuri Api Keramat timnya. Lawan terkuatnya, “Malipo” Kinich, punya kecepatan yang setara dengannya, tapi jauh lebih gesit. Dengan bergerak cepat mengitari Varesa, Kinich dengan mudah menghalau serangannya, menguras tenaganya, dan berhasil kabur dengan Api Keramat timnya …. Varesa ikut Ziarah lima kali, dan tidak pernah lolos dari babak berkelompok. Iansan dan Acatl hanya bisa angkat bahu sambil menghela napas. Orang tua dan teman-teman juga tidak menyesali performanya, malah merayakan kepulangan Varesa dengan makan besar. Kalau orang lain yang sama kuatnya dieliminasi semudah itu dari kompetisi, kritik pedas pasti menanti. Tapi orang Berlimpah Jaya dan suku-suku lain yang pernah berhadapan dengannya malah merasa simpati. Varesa sering ngobrol dengan pelanggan-pelanggan yang belanja buah. Dia biasa tenang, santai, dan memperlakukan semua orang layaknya teman. Ketika pelanggan minta diskon, buka bon utang, atau minta pengembalian barang dan uang, Varesa tidak pernah kehilangan kesabaran. Sikapnya yang baik dan santai bikin semua orang yang berurusan dengan dirinya merasa nyaman. Bisa dikatakan, Varesa sama sekali tidak bisa marah sedikit pun kepada saudara-saudara sebangsanya. Varesa tahu bahwa amarah adalah sumber daya, yang harus dikerahkan dalam pertempuran yang paling penting saja. Sebagai fondasi Tim Patroli, Varesa sudah jadi prajurit teladan semenjak masuk. Tidak pernah kalah ketika melindungi wilayah Berlimpah Jaya dari Abyss. Tapi bagaimana dengan Varesa sendiri? Apakah ini benar-benar sudah cukup? Berpartisipasi dalam Perang Penjaga Malam dan menghadapi Abyss langsung adalah tonggak yang menentukan perjalanan Varesa menjadi seorang pahlawan. Kejahatan tidak kenal istirahat. Menghadang dan menunggu musuh menyerang bukan pilihan ideal. Varesa mengerti, jika dia tidak bisa mengalahkan kelemahannya sendiri dan membedakan antara mengerahkan kekuatan dan meluapkan amarah, dia tidak akan pernah bisa menjadi pahlawan sejati …. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
Kisah Karakter 5 | Duduk di samping tenda perkemahan, sambil menatap api unggun yang menyala, Varesa berkali-kali merenung, apa sebenarnya arti “pahlawan” bagi dirinya sendiri? Saat pertama kali menginjakkan kaki di medan perang, Varesa dilanda rasa takut dan gentar. Saat itu, dia memilih untuk mengenakan topeng dan meneriakkan “Membaralah malam yang gelap!”, membangkitkan semangat dan menaklukkan kelemahannya. Ini sudah jadi modusnya ketika bertempur. Begitu topeng dipakai, dia jadi orang yang berbeda … pahlawan yang maju tanpa rasa takut. Tapi, meskipun setiap kata dan tindakan sama dengan pahlawan dalam legenda … apa dia sendiri sudah jadi pahlawan? Dan … dari awalnya kenapa pula dia ingin jadi pahlawan? Apa dia mungkin ingin terlihat keren, atau ingin punya reputasi luar biasa, perbuatan luar biasa untuk dipamerkan? Apa dia ingin melampiaskan amarah seperti rekan-rekannya, menjadikan diri senjata perang yang ampuh dan mematikan? Setelah krisis diatasi dan Natlan menang, Varesa mendengar kabar tentang “Tumaini” dan perlahan-lahan, semuanya menjadi jelas di dalam pikirannya …. Dia sadar bahwa yang didambanya selama ini bukan kejayaan, juga bukan musuh abadi untuk dijadikan tempat melampiaskan amarah. Dia lebih mengagumi semangat dan tekad para pahlawan, serta keberanian mereka saat bertempur melawan kegelapan. Dia ingin menjadikan keteguhan hatinya menjadi kekuatan, menegakkan keadilannya sendiri … melindungi hidup orang-orang agar damai, bahagia, dan jauh dari beban pikiran. Daripada pakai topeng, lebih baik dia maju sebagai dirinya sendiri … sebagai “Varesa”. Prioritas utamanya adalah menaklukkan kelemahan, mengubah sifat jorok dan kebiasaan jelek lainnya. Demi mencapai hal ini, Varesa minta Iansan beri dia program “latihan pengendalian tingkat lanjutan”, dan dalam prosesnya berusaha lebih keras dari yang sebelum-sebelumnya. Sekarang dia sudah tidak lagi pakai topeng ketika bertempur, dan sudah berhenti membayangkan dirinya sebagai pahlawan dalam cerita. Awalnya dia merasa terekspos tanpa topeng. Alam bawah sadarnya pun mengingat kenangan masa ketika dia pertama terjun ke medan perang, segala kelemahan dan kepanikan yang terjadi pada suatu ketika. Varesa kebingungan hingga melupakan dasar-dasar pertempuran. Ketika benak bingung, tubuh mengerahkan naluri. Teknik dan jurus yang sudah dihafalkan oleh semua ototnya pun keluar, meski tidak dalam kekuatan penuh. Kepercayaan diri yang hilang mengakibatkan dirinya jatuh berkali-kali di hadapan musuh …. Tapi jatuh bukan perkara. Dia masih mampu mengandalkan kekuatan luar biasa untuk terjatuh dengan sangat kuat sampai menggetarkan bumi, dan menggoyahkan kaki musuhnya. EH, yang penting kan hasilnya! Varesa memang perlahan mulai beradaptasi, menemukan momentumnya, menyatu dengan medan pertempuran sesuai jati dirinya, dan menampilkan gaya bertarung yang paling keren … menurutnya. Demikianlah puncak kekuatan Varesa sebagai pejuang … semangat juang mengubah amarah menjadi keberanian untuk menghadapi lawan, menghiasi medan tempur dengan jurus-jurus pahlawan masa silam, lalu DHUAR, JEGER, BHUM, BHUM, sikat semua sampai menang! * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
Topeng Pahlawan | Pahlawan pertama dalam ingatan Varesa, yang juga merupakan tokoh yang paling berpengaruh baginya, bernama Fietena. Dalam catatan karya seni, Fietena suka bertempur mengenakan topeng merah, terkenal dengan kecepatan larinya yang luar biasa dan teknik pertarungan jarak dekat yang memukau, dengan gaya yang sangat khas. Fietena yang berasal dari Berlimpah Jaya menorehkan banyak prestasi, menjaga kedamaian di wilayahnya mau pun di suku lain berkali-kali. Fietena jatuh cinta dengan orang dari Bunga Bersayap dan menikah ke sana, sambil mempererat silaturahmi antara kedua suku. Fietena mungkin tidak sebersinar pahlawan lain yang memegang enam Marga Kuno utama, tapi dia tetaplah legenda yang dikasihi dan dikagumi masyarakat. Seiring berkembangnya budaya grafiti Natlan yang berpadu dengan karya-karya populer dari luar bangsa, kisah-kisah kepahlawanan terus diceritakan dengan cara baru. Di dalam komik-komik kesukaan Varesa, gambar yang indah dan cerah berpadu dengan gaya tutur kisah yang berlebihan. Cerita Fietena menjadi favoritnya via media ini. Ada dua belas volume Komik, atau “gulungan tenun bergambar”, yang menceritakan kisah Fietena beserta lima versi desain penampilannya. Setiap kali berkunjung ke Putra-Putri Gema, Varesa akan belajar sedikit pertukangan sederhana dari para ahli di sana. Setelah bisa, Varesa membuat sendiri kelima versi topeng Fietena, untuk dirinya. Empat versi disimpan oleh Varesa sebagai koleksi, dan versi yang digunakan dalam “Perang Penjaga Malam: Ujian Kedua” adalah yang paling istimewa. Versi topeng ini memiliki latar belakang cerita yang paling mendebarkan, namun karena sulitnya menggambar adegan pertempuran dengan banyak orang, Fietena hanya digambarkan berupa siluet yang terlihat dari samping. Tidak ada gambar desain yang dapat dirujuk untuk tampilan depannya. Maka Varesa, dengan mengikuti instingnya sendiri, melengkapi pola pada topeng tersebut dan menjadikannya sebagai simbol saat dia bertarung dengan kekuatan penuh. Sebenarnya, topeng Varesa mendapat banyak sentuh khas pribadinya, dan kini sudah cukup beda dibandingkan dengan topeng asli yang dikenakan Fietena. Ketika melihat sosok bertopeng itu, yang orang ingat adalah Varesa, bukan Fietena. Ketika pertama tahu soal ini, Varesa bukan cuma kecewa, tapi juga sedih. Tapi setiap kali dia menunaikan tugas di Tim Patroli, melindungi wilayah Orang-orang membawa hadiah berupa makanan lezat yang disukai Varesa ornamen-ornamen cantik buatan tangan. Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Varesa, semua orang secara spontan menggambar simbol topeng kecil di dalam surat yang mereka lampirkan, dan perlahan-lahan topeng itu menjadi identitas Varesa sendiri. Mengenai hal ini, Iansan sang pelatih mengangguk puas: “Prestasi Fietena akan selalu dikenang. Tapi yang terjadi hari ini dan besok adalah karyamu. Sudah Varesa, terima saja dukungan orang-orang buat kamu!” Mendengar perkataan pelatihnya, Varesa membulatkan tekad dan langsung menentukan target. “Suatu hari nanti… jika aku menjadi pahlawan yang diakui semua orang, dan perbuatanku jadi bahan cerita … y-ya, waktu namaku dijadikan tokoh utama komik … maka topeng ini akan jadi topengnya Varesa!” * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
Vision | Varesa sering mimpi buruk begini: dia melawan pasukan Abyss yang tak ada habisnya. Setiap digilas satu, muncul lagi sepuluh menggantikan yang satu. Para pejuang veteran tahu bahwa itu bukan hanya mimpi, dan benar-benar pernah terjadi. Pada saat itu, Abyss memanfaatkan periode aktif Gunung Berapi Tollan, melancarkan serangan bertahap dari tiga arah berbeda ke Berlimpah Jaya, memaksa para pejuang suku untuk memecah pasukan mereka, lalu menghancurkan mereka satu per satu. Kejadiannya sangat tiba-tiba, bantuan yang datang dengan cepat hanya berupa sekelompok pembawa pesan dari Tirai Daun. Berlimpah Jaya hampir hanya bisa mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk menghadapi pertempuran. Dengan jumlah orang terbatas, pertempuran terus menggerus pertahanan mereka dari segala arah. Tetua suku memutuskan untuk menyebar pertahanan dan mendirikan pertahanan berlapis. Garis depan ditarik sejauh mungkin, bala bantuan dari Tirai Daun tidak bisa bergabung, lalu diutus untuk menduduki tempat tinggi sebisanya. Sementara itu, Berlimpah Jaya mengerahkan sebagian pejuang elite mereka untuk melancarkan serangan balik. Garis pertahanan suku tidak bisa menghalau Abyss secara menyeluruh, tapi memang tugasnya adalah untuk melambatkan laju serangan dan mengikis daya tempur lawan. Setelah serangan Abyss berhasil dilambatkan, pembawa pesan Tirai Daun menyesuaikan strategi untuk memeriksa lokasi pemimpin musuh dengan akurat dan berhasil menemukan mereka. Pada saat itu, pasukan serangan balik suku akan mengumpulkan kekuatan dari belakang, dan menyerang ke dalam barisan musuh dalam satu serangan untuk mengalahkannya. Setelah kehilangan komando, musuh yang tersisa dapat dikalahkan dengan cepat …. Varesa yang baru saja bergabung dengan Tim Patroli mendengar kalau dia bisa langsung bertarung melawan pemimpin musuh jika maju untuk menyerang balik. Dan dia pun setuju ikut. Acatl dan Iansan sempat ragu, tapi mengingat mereka sedang kekurangan pasukan dan keunggulan yang dimiliki Varesa, mereka akhirnya menyetujui permintaannya. Taktiknya jelas, tapi praktiknya tidak mudah. Pada serangan balik pertama, ada lebih dari sepuluh pejuang yang berhasil menembus barisan musuh, Varesa menjalankan koordinasi sempurna dengan mereka, menghantam, dan menghancurkan pemimpin musuh dengan telak; Pada serangan balik kedua, hanya enam pejuang, termasuk Varesa, yang berhasil mencapai ke posisi pemimpin musuh. Senjata musuh yang biasanya menjadi bahan lelucon para pejuang kini terasa makin sulit dihindari. Pada serangan balik terakhir, Iansan sebagai tulang punggung garis pertahanan, berjuang dengan segenap kekuatannya untuk membuka celah bagi pasukan penyerang, namun ketika dia menoleh, dia baru sadar hanya Varesa yang tiba di posisinya tepat waktu …. Varesa yang terluka parah berjalan tertatih-tatih, tangan kanannya menyeret seorang Hilichurl yang tulangnya sudah diremukkan, melemparkannya ke barisan musuh hingga menimbulkan gelombang monster, sementara bahu kirinya memikul senior yang sudah kehabisan tenaga, lalu menyerahkannya kepada Iansan. Mata Varesa tampak kosong, kesadarannya mulai kabur, namun tubuhnya masih bertarung dengan sekuat tenaga, didorong oleh amarah dan rasa tanggung jawab. Dia mengeluarkan topeng yang sudah compang-camping dari sakunya, dipakaikannya di wajahnya dengan gemetar, sambil bergumam pada dirinya sendiri. “Aku bukan anak penakut itu lagi, aku akan bertarung seperti seorang pahlawan.” Setelah kata-kata itu terucap, tanpa menunggu Iansan lagi, Varesa menghancurkan bebatuan, berubah menjadi cahaya merah, membelah barisan musuh, dan menyerang langsung ke arah pemimpin terakhir. Sesaat kemudian, dari dalam gelombang monster, ledakan guntur yang menyilaukan tiba-tiba terdengar, terlihat sebuah bayangan kurva terbentuk, dan sisa-sisa pemimpin monster terpental tinggi ke udara …. Setelah semuanya mulai reda, Iansan menggali dengan sekuat tenaga dan akhirnya menemukan Varesa yang tertidur lelap di kedalaman medan pertempuran yang runtuh. Cahaya Vision-nya masih berkilau terang, dan guntur yang berbahaya masih menari-nari di sekitar tubuhnya. Varesa tidak sadarkan diri selama dua minggu penuh, sepertinya karena kelelahan yang berlebihan. Setelah sadar, dia sama sekali tidak mengingat pertarungan sengit sebelumnya, tapi lukanya telah pulih, ajaib sekali, dan dia baik-baik saja. Mendengar pujian dari orang-orang di sekitarnya, melihat Vision yang tiba-tiba didapatkannya, serta perjamuan yang disiapkan untuknya, Varesa hanya tahu bahwa sebelum tidur panjangnya ini, dia telah melakukan yang terbaik … setidaknya dia tidak mengecewakan semua orang. Kalau begitu, tidak perlu dipikirkan lagi! Yang paling penting sekarang adalah menikmati hidangan yang lezat! * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
147 responses to “Varesa”
ever wondered where this 100 bottles of milk come from in the regional shops, when you can not spot a single cow in tyvat!?
well there’s one actually:0
and she is like 2x more powerful than cyno and much more with constellations… also easier to team up with her own bis artifact… wow
Omg! a 5.5 character is more powerful than a 3.1 character that was mid even than!! wtf!
no way i skipped her, though i try to collect every chara ingame even by $$$
tell me i’m hater if you want, but she’s the peak of cringe
fighting enemies by bouncing her fat ass is unbearable, im sick of this shit
big aereal gun? omg but let’s try
inferno rider? wtf but ok she’s archon and damn powerful
wrestler cow? fk you hoyo and your fkn shit
Nah, we’re mutual on this. Electro is my favorite, but this is not the type of character I need people to see me playing as. The heartsy effects are over the top cringe. They couldn’t just let the wrestling aesthetic be a wrestling aesthetic without adding their trademark Hoyo Fanservicey Queer flavoring to it. There was no reason to make “censored” outfits for the 4 Mondstadt females who got it when they’re pushing designs like Varesa’s/Xilonen’s/Mualani’s out anyway.
The playerbase that she clearly caters to can have this one.
Ok, sorry for my comment earlier, I’m just tired to be a lifeless unsuccessful loser :/…
Natlan is supposed to be a land of war but non of the entire character line up portrays any of that. dj, surfer girl, fan service cow, lego boi and cringe bike riding archon! a disaster. but again genshin player base is mainly kids and brain dead pick sucking knights who care for non of that.
During playing that trail of hers.
Shes so damn slow on Atking and low AoE!
Clunky.
Stamina emptys to much!
100% Fanservice, 0% battle usefull.
Another Niche Natlan.
Most easy skip of Natlan units lmao.
Hoyo keeps failing 📉📉📉📉
they’re really only trying to cater to the incels and that’s it. like…? i doubt this is even profitable
“Caters to incels” and it’s just a character that you don’t like.
We really need to delete the word at this point, doubt y’all know what it means anymore.
Or maybe you’re just suck.
Slow attack low AOE and Clunky, none are so far appiled to her. She’s very fast attack average AOE and agile.
Stamina empty ? How did you mange to do that ?
Go to school kid. Learn some English.
Bro made one error and your hating. You’re name makes sense.
just go to school stupid
Oh I think I know the problem, you din’t tap her skill and just use her normal and charge attack without the buff ?
Yeah you’re suck.
Fucking shit mask!
Fucking shit opinion!
thicc is the best