
| Table of Content |
| Stats |
| Skills |
| Skill Ascension |
| Related Items |
| Gallery |
| Sounds |
| Quotes |
| Stories |
Stats
| Lv | HP | Atk | Def | CritRate% | CritDMG% | Bonus CritRate% | Materials | Total Materials |
| 1 | 1030 | 26.63 | 58.57 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20 | 2671 | 69.07 | 151.94 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 20+ | 3554 | 91.9 | 202.16 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40 | 5317 | 137.51 | 302.5 | 5.0% | 50.0% | 0% | ||
| 40+ | 5944 | 153.73 | 338.18 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50 | 6839 | 176.87 | 389.08 | 5.0% | 50.0% | 4.8% | ||
| 50+ | 7675 | 198.49 | 436.66 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60 | 8579 | 221.87 | 488.09 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 60+ | 9207 | 238.09 | 523.78 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70 | 10119 | 261.68 | 575.67 | 5.0% | 50.0% | 9.6% | ||
| 70+ | 10746 | 277.9 | 611.36 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80 | 11669 | 301.76 | 663.84 | 5.0% | 50.0% | 14.4% | ||
| 80+ | 12296 | 317.98 | 699.52 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90 | 13226 | 342.03 | 752.41 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 90+ | 13226 | 342.03 | 752.41 | 5.0% | 50.0% | 19.2% | ||
| 100 | 14166 | 418.98 | 805.89 | 5.0% | 50.0% | 19.2% |
Skills
Active Skils
![]() | Formule Phenomenale: Self-Evident Proposition | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menenun benang untuk memanipulasi senjatanya dengan formula numerik dan melakukan hingga 3 serangan tebasan berturut-turut. Memanggil Facilitatrice Automatisee Generaliste Interactive et Omnitache, atau Dalam mode Saat Decoding Power mencapai batas maksimum (100 poin), Fagio akan beralih ke mode Saat tidak berada dalam mode Fagio akan keluar dari mode Menerjang ke tanah dari udara, menyerang musuh di jalur jatuhnya, dan mengakibatkan DMG Area saat mendarat. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Formule Phenomenale: Differential Analysis | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dengan gerakannya yang elegan bak seorang wanita sejati, Sandrone akan duduk di atas Jika ada musuh di sekitar Sandrone saat ia mulai melayang, maka Sandrone juga akan memanggil sebuah Prismatic Resonance Cannon untuk menembakkan dua Prism Shot ke musuh yang tidak bisa diam, mengakibatkan Saat sedang menaiki Tea Party Tactical Assault Hovermech, Sandrone juga akan dengan anggunnya memperbaiki Fagio secara diam-diam, sehingga | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | Formule Phenomenale: Q.E.D. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masih sambil menjunjung tinggi etiket seorang wanita sejati, Sandrone memanggil sejumlah besar Prismatic Resonance Cannon untuk melakukan bombardir luas ke hadapannya, lalu menembakkan Convective Inhibition Ray bersuhu negatif untuk menghantam musuh dan mengakibatkan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Passive Skills
![]() | Light of Rationalisme |
| Sandrone akan memasuki status Ketika Karakter dalam party memicu reaksi Superconduct/Cryo Swirl, reaksi ini akan berubah menjadi reaksi Stellar-Conduct/Stellar Swirl dan DMG dasar dari reaksi yang disebutkan di atas akan meningkat berdasarkan ATK Sandrone: Setiap 100 poin ATK akan meningkatkan DMG dasar reaksi Stellar-Conduct dan Stellar Swirl sebesar 0,7%. Peningkatan DMG maksimum yang bisa didapatkan dengan cara ini adalah 14%. |
![]() | Eternal Speculation Engine |
Selain itu, setiap kali |
![]() | A Lady's Code of Conduct |
| Meningkatkan Elemental Mastery Sandrone berdasarkan ATK-nya. Setiap 100 poin ATK akan meningkatkan Elemental Mastery Sandrone sebesar 8 poin. Maksimal dapat meningkatkan 160 poin Elemental Mastery dengan cara ini. |
![]() | A Caucus Prelude and a Long Tale |
| Saat Sandrone berada dalam party, kamu akan mendapatkan hadiah camilan tambahan saat menyerahkan Misi Harian ke Katheryne. |
Constellations
![]() | Morrow After the Golden Dusk |
| Saat berada dalam mode |
![]() | An Heiress Gazed Into the Looking-Glass |
![]() | Refuse the Wake of Dusk, the Moonlit Yoke |
| Meningkatkan 3 level Normal Attack {LINK#S11331} Maksimum: Lv. 15. |
![]() | In Knowledge Lies the World's True Ground |
| Saat DMG reaksi Stellar-Conduct/Stellar Swirl Sandrone mengenai musuh, ia akan memanggil 1 Prismatic Resonance Cannon tambahan untuk melancarkan serangan terkoordinasi yang mengakibatkan |
![]() | Of All Beside, She Takes No Part |
| Meningkatkan 3 level Elemental Burst {LINK#S11335} Maksimum: Lv. 15. |
![]() | Narcissus Wakes, Her Eyes Upon the Dawn |
| Dalam mode Radiance: Stellar-Conduct: 80%; Selain itu, semua DMG reaksi Stellar Glimmer yang diakibatkan oleh Sandrone |
Skill Ascension
Gallery
Sounds
| Title | EN | CN | JP | KR |
| Party Switch | ||||
| Party Switch when teammate is under 30% HP | ||||
| Party Switch under 30% HP | ||||
| Opening Chest | ||||
| Normal Attack | ||||
| Medium Attack | ||||
| Heavy Attack | ||||
| Taking Damage (Low) | ||||
| Taking Damage (High) | ||||
| Battle Skill #1 | ||||
| Battle Skill #3 | ||||
| Sprinting Starts | ||||
| Jumping | ||||
| Climbing | ||||
| Heavy Breathing (Climbing) | ||||
| Open World Gliding (Start) | ||||
| Open World Idle | ||||
| Fainting |
Quotes
Audio Language:
| Title | VoiceOver |
| Halo | |
| Mengobrol: Pesta Teh | |
| Berbincang: Piano | |
| Berbincang: Rapat | |
| Ketika Turun Hujan | |
| Setelah Hujan | |
| Ketika Petir Menyambar | |
| Ketika Turun Salju | |
| Ketika Matahari Bersinar | |
| Ketika Angin Berembus | |
| Selamat Pagi | |
| Selamat Siang | |
| Selamat Malam | |
| Selamat Tidur | |
| Tentang Sandrone: Nama | |
| Tentang Sandrone: Tidur | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Tentang Kita: Buku Harian | * Selesaikan kisah "Bulan Sejati" |
| Tentang Prune: Kepercayaan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Tentang "Stellar Linchpin" | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Berbagi Cerita | * Selesaikan kisah "Bulan Sejati" |
| Kisah Menarik | * Selesaikan kisah "Bulan Sejati" |
| Tentang Citlali | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Lynette | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Alain Guillotin | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Tsaritsa | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Jester | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Captain | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Doctor | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Columbina: Menyebalkan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Columbina: Kehidupan | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Arlecchino | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang The Rooster | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Regrator | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Rosalyne | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Tentang Childe | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Sandrone: I | |
| Mengenal Sandrone: II | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Mengenal Sandrone: III | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Mengenal Sandrone: IV | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Mengenal Sandrone: V | * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Hobi Sandrone | |
| Kekhawatiran Sandrone | |
| Makanan Favorit | |
| Makanan yang Tidak Disukai | |
| Menerima Hadiah: I | |
| Menerima Hadiah: II | |
| Menerima Hadiah: III | |
| Ulang Tahun | |
| Perasaan Tentang Ascension: Permulaan | * Terbuka saat Ascension tahap 1 |
| Perasaan Tentang Ascension: Persiapan | * Terbuka saat Ascension tahap 2 |
| Perasaan Tentang Ascension: Klimaks | * Terbuka saat Ascension tahap 4 |
| Perasaan Tentang Ascension: Konklusi | * Terbuka saat Ascension tahap 6 |
| Elemental Skill: I | |
| Elemental Skill: II | |
| Elemental Skill: III | |
| Elemental Skill: IV | |
| Elemental Skill: V | |
| Elemental Skill: VI | |
| Elemental Burst: I | |
| Elemental Burst: II | |
| Elemental Burst: III | |
| Membuka Peti Harta: I | |
| Membuka Peti Harta: II | |
| Membuka Peti Harta: III | |
| HP Rendah: I | |
| HP Rendah: II | |
| HP Rendah: III | |
| HP Rekan Rendah: I | |
| HP Rekan Rendah: II | |
| Gugur: I | |
| Gugur: II | |
| Gugur: III | |
| Menerima Serangan Ringan: I | |
| Menerima Serangan Ringan: II | |
| Menerima Serangan Hebat: I | |
| Menerima Serangan Hebat: II | |
| Bergabung ke Party: I | |
| Bergabung ke Party: II | |
| Bergabung ke Party: III |
Stories
| Title | Text |
| Info Karakter | Alain Guillotin akan memanggilnya "Marionette". Ini mencerminkan niat awal ia menciptakannya: seorang anggota keluarga yang tak bisa dilupakannya dan keinginan kekanak-kanakannya. Namun begitu dia membuka mata dan memanggil "Alain?", dia pun memutuskan untuk tidak lagi memanggilnya seperti itu. Ini tidak benar. Membebankan kehidupan adik perempuannya sendiri, membebankan kesalahannya sendiri pada sosok kecil yang tersusun dari roda gigi dan mesin ini adalah hal yang tidak benar. Dia seharusnya memiliki kehidupannya sendiri, seperti halnya setiap makhluk yang lahir ke dunia ini. Tapi kadang-kadang ia masih diam-diam memanggilnya seperti itu di dalam hati, karena ia memiliki ketulusan, kebahagiaan, dan kebaikan yang sesuai dengan nama itu: "Marionette". Orang-orang di Snezhnaya biasanya panggil dia "Sang Nona" atau "Nona Marionette". Kebanyakan dari mereka berbicara dengan nada penuh ketakutan terhadap wibawa sang Harbinger, namun ada pula yang mengucapkannya dengan rasa hormat dan pengakuan atas gaya kerjanya: "Nona Marionette yang tegas", "Nona Marionette yang tenang dan dapat diandalkan" .... Rekan kerja dan teman-temannya biasanya memanggilnya "Sandrone". Awalnya ini cuma nama samaran, tapi lama-kelamaan, nama itu berubah menjadi panggilan yang menyenangkan di mulut orang-orang terdekatnya. Seolah namanya menyerap keharuman kue dan teh sore hari, beserta suara halaman buku yang dibuka dengan anggun dan irama merdu putaran pegas jam ... Tentu saja, kadang-kadang mungkin terdengar keluhan tidak sabar sang nona dan makian kasarnya yang mengabaikan tata krama. "Kamu lebih suka dipanggil apa?" tanya seorang temannya. "Terserah. Aku tidak peduli." Dia berkata dengan santai: "Aku selalu merasa nama panggilan itu ada hanya demi kemudahan orang lain. Bagaimana orang mau memanggilku, itu tergantung pada bagian mana dari diriku yang mereka pilih untuk terima." Temannya menatapnya seakan ingin mengatakan "ucapanmu susah buat dimengerti". "Pokoknya, maksudku adalah, mau orang memanggilku dengan sebutan apa pun, aku tetaplah aku. Aku tidak akan berubah hanya gara-gara mereka panggil aku dengan sebutan tertentu. Kalau aku sendiri saja tidak peduli, ya terserah mereka mau panggil aku dengan cara yang buat mereka nyaman. Tapi soal aku bakal menjawab panggilan itu atau tidak, heheh, itu sudah urusan lain lagi." |
| Kisah Karakter 1 | Dia masih mengingat dengan jelas saat dirinya dilahirkan. Di tengah kegelapan, dia membuka mata dan mulai mengenali dunia di sekitarnya. Dirinya sedang duduk di sebuah kursi, dan di hadapannya berdiri seorang pria tua yang tampak sudah berusia lanjut. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Alain Guillotin. Dia mengulang nama itu pelan, lalu bertanya, "Kalau begitu, siapa namaku?". Pria tua di hadapannya terdiam cukup lama, seolah belum pernah memikirkan pertanyaan itu sebelumnya. Namun pada akhirnya, dia membuka mulut dengan ragu. Dengan raut yang saat itu masih belum mampu dia mengerti, pria tua itu berbisik "Marionette" .... "Marionette". Dia mengulangi nama itu sekali lagi. Raut wajah pria tua itu menjadi semakin rumit. Aneh sekali, pikirnya. Mengapa dia hampir bisa mengenali semua benda di hadapannya, tapi tidak tahu nama untuk ekspresi semacam itu? Mungkin sebaiknya masukkan dalam daftar hal yang perlu dicari jawabannya. Dan daftar itu masih sangat panjang. Misalnya, kenapa dia ada di sini? Bagaimana dia dilahirkan? Apa arti kelahirannya? Atau bagaimana cara memotong kentang untuk makan malam agar bentuknya serapi mungkin? Bagaimana cara membuat tanaman pot di ambang jendela mekar seindah mungkin ...? Beberapa pertanyaan dapat dijawab dengan mudah. Kebanyakan hanya membutuhkan sedikit pembelajaran dan waktu untuk dipraktikkan. Namun ada pula pertanyaan yang jauh lebih mendalam, yang bahkan tidak bisa dijawab si pria tua yang menciptakannya. Sebagian besar waktunya dihabiskan bersama pria tua bernama Alain Guillotin itu. Dan dia menyadari satu hal. Dia tidak suka pria tua itu. Gerakannya lamban, pekerjaannya berantakan, dia sering meninggalkan naskah dan peralatan di mana-mana, dan sesekali suka memberikan buku catatan yang tidak berguna padanya. "Hidupmu benar-benar kacau balau," ungkapnya terus terang. "Barang yang sudah dipakai dibiarkan begitu saja, naskah yang kamu coret-coret berantakan ada di mana-mana. Bahkan awal dan akhir rumus sering ditulis di dua kertas yang berbeda, lalu diletakkan di dua sisi ruangan yang berbeda ...." Mendengar rentetan keluhannya yang blak-blakan, pria tua di hadapannya malah tersenyum. Seolah-olah apa yang baru saja dia katakan adalah pujian. "Haha ... Dulu Mary-Ann juga sering memarahiku soal itu." Dia tidak memahaminya. Namun seiring berjalannya waktu, dia menyadari ada banyak hal dari pria tua itu yang dia sukai. Dia menyukai raut wajahnya saat tenggelam dalam pekerjaannya, juga suara gesekan pena dengan kertas saat dia menulis. Dia menyukai penjelasannya tentang prinsip-prinsip mekanika, dan suka berdiskusi dengannya mengenai teka-teki matematika dan fisika di meja kerja. Dia menyukai cerita-cerita yang dibagikan pria itu di depan nyala perapian. Tentang Fontaine di masa lalu, tentang Narzissenkreuz ... Dan dia menyukai senyum lembut yang selalu menghiasi wajah pria tua itu saat menceritakan semua itu. Dia menyadari bahwa, meski orang tua ini agak berantakan dan tidak terlalu mementingkan detail, dia sangat baik hati, jujur, dan penuh kebijaksanaan. Lama-lama, bagian yang membuatnya suka terhadap orang tua itu jauh lebih banyak daripada bagian yang membuatnya kesal. Ini membuatnya mulai merefleksikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebelumnya. Alain cukup terkejut saat mendapati dia mulai menulis di buku catatannya. Kelihatan sekali kalau dia ingin sekali bertanya kenapa, tapi dia takut pertanyaannya malah membuatnya berubah pikiran, jadi dia tahan-tahan aja rasa penasarannya. "Kurasa aku membencimu," kata Marionette terlebih dulu. Terlihat jelas kalau dia merasa sedikit terluka. "Tapi aku sadar sendiri, ternyata aku salah. Itu penilaian yang kubuat waktu logika emosiku dan landasan rasionalitas objektifku masih belum sempurna." Dia melanjutkan penjelasannya: "Sekarang aku rasa kamu itu 'ayah' yang baik sekali." Orang itu terdiam sejenak. Lalu tersenyum dengan ekspresi yang tampak sedikit bahagia bercampur emosi lainnya. Mungkin dia ... mau menangis? Marionette sedang perlahan belajar membaca ekspresi-ekspresi seperti itu. Tapi dia belum mengerti alasannya. Apa pun itu, dia mengambil buku catatannya, dan mulai menulis. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 2 |
| Kisah Karakter 2 | Dia masih ingat dengan jelas tentang kematian Alain. Menjelang akhir hidupnya, Alain sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur, jadi dialah yang mengurus semua kebutuhan sehari-harinya. Awalnya, Alain masih bisa menjawab panggilannya, berkomunikasi dengannya, mendengarkan cerita tentang hal-hal baru yang dilihat dan didengarnya saat belanja. Tapi lama-lama, dia hanya ingin berbaring sendiri di tempat tidur dengan tenang. Ia menemani Alain sambil membaca buku, sesekali terdengar suara napas yang terasa begitu panjang dari sisi ranjang di sebelahnya. Seolah-olah Alain tersedak oleh napasnya sendiri, udara itu seperti mencekik tenggorokannya. Saat Alain menciptakannya, dia memberikan indra peraba, indra perasa, bahkan kemampuan bernapas. Dia bisa mengatur suhu internal tubuhnya melalui pernapasan, seperti semacam sistem pendingin. Tapi di momen-momen terakhir hidupnya sendiri, dunia justru merampas semua itu darinya satu per satu. Pertama indra perasa, lalu indra peraba, dan yang terakhir, napasnya. Beberapa kali, dia merasa Alain tidak akan bisa bertahan. Ini mungkin napas terakhirnya, pikirnya. Tapi dia tetap bertahan. Lagi dan lagi. Suatu kali, dia menoleh ke arah tempat tidur dan mendapati Alain membuka matanya, menatapnya. "Kukira kali ini berhasil," kata Alain. "Berhasil apa?" "Kukira aku sudah berhasil pergi ke tempat lain," kata Alain sambil tersenyum, "Aku sedang berlatih bagaimana caranya mati." Dia ingin meninggal dalam tidur. Begitu Alain menjelaskan padanya. Kalau bisa, "mimpi indah", mimpi indah dengan langit cerah, langit Fontaine. Dia berbaring di padang rumput, bersama teman-temannya, bersama adik perempuannya. "Apa aku ada dalam mimpi itu?" tanyanya. "Oh, tidak, tidak ada." jawabnya: "Kamu bukan bagian dari dunia tempatku pergi, anakku. Di sini masih ada hidup yang sangat panjang menantikanmu." "Kamu mau pergi ke dunia itu?" Alain menghela napas panjang. "Ini bukan soal mau atau tidak mau bagiku." Dia menoleh ke langit-langit, seolah di sana ada jalan menuju dunia lain, "Kematian adalah buah yang hanya bisa dicicipi sekali seumur hidup. Tak ada yang tahu bagaimana rasa sebenarnya." "Kedengarannya tidak enak sekali." "Haha ... mungkin saja." Alain tertawa geli, dia tidak tahu apa yang lucu dengan ucapannya tadi. "Tapi yang sering kali menderita bukan orang yang mati," lanjut Alain: "yang menderita adalah orang yang ditinggalkan." Ucapan itu bukan sekadar terdengar seperti ramalan, melainkan lebih seperti suatu pencerahan. Tapi bagaimanapun juga, Alain benar. Setelah Alain meninggal, dia tetap keluar untuk belanja, meski barang yang dibeli sudah tidak digunakan oleh siapa pun. Dia tetap merawat taman, tetap memperbaiki Pulonia, meski dia sendiri tidak tahu untuk apa. Mungkin dia belum menerima kenyataan ini, atau mungkin dia memang tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Begitu pikirnya. Dan itu membuatnya kesal. "Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, cari keinginanmu sendiri, anakku." Tiba-tiba, dia teringat kata-kata terakhir Alain yang diucapkan untuknya sebelum meninggal. Aku tidak punya hal yang ingin kulakukan, tidak punya keinginan. Katanya pada diri sendiri. Tapi aku harus mencarinya. Dia berpikir. "Baiklah, Alain." katanya pada ranjang yang kosong, "Sepertinya sekarang giliranku." "Sekarang giliranku belajar cara untuk tetap hidup." * Terbuka saat Persahabatan Lv. 3 |
| Kisah Karakter 3 | Dia tidak pernah menyangka dirinya sendiri akan tinggal selama itu di Snezhnaya. Dia juga tidak pernah menyangka ada tempat sedingin ini di dunia, sampai-sampai otaknya perlu dicairkan dulu biar bisa berpikir jernih! Kehidupan di Fatui terasa ringan baginya, bahkan bisa dibilang menyenangkan. Tidak perlu belanja sendiri ke pasar, tidak perlu mengurus kebutuhan orang lain, malah di mana-mana ada kemudahan yang menjadi hak seorang Harbinger. Tugas yang diberikan Tsaritsa pun sangat mudah bagi seorang jenius seperti dirinya. Suatu hari, ketika dia menuliskan tanggal di buku hariannya, dia terkejut menemukan kalau waktu yang dia habiskan di sini ternyata sudah begitu mudah melampaui waktu yang pernah dilewatkannya bersama Alain di Fontaine. Rasanya seperti sudah jadi rumah kedua bagi dirinya sendiri. Begitu pikirnya. Lalu, sebenarnya mana yang jadi rumahnya sendiri? tanyanya pada diri sendiri. Apa itu "rumah"? Tempat di mana dirinya dibutuhkan? Lumayan cocok. Pekerjaannya di Fatui memang tidak bisa digantikan, atau lebih tepatnya, sulit untuk digantikan. Tsaritsa pun jelas membutuhkannya. Atau tempat yang nyaman untuk ditinggali? Snezhnaya juga cukup nyaman, dan peralatan penelitian yang dibutuhkannya pun lengkap sekali. Sesekali, dia masih bisa pergi menonton opera. Atau tempat di mana ada "keluarga"? Keluarga ... yang dia punya sekarang hanyalah Pulonia. Apakah tempat Pulonia berada itu yang disebut rumah? Kalau begitu, kalau dia pergi ke bangsa lain bersama Pulonia, misalnya Mondstadt, apakah Mondstadt akan menjadi rumah mereka? Pada akhirnya, akar masalahnya tetap sama: Dia tidak tahu apa yang ingin dia lakukan dan apa keinginannya sendiri. Dia sadar akan hal itu. Dia hanya ikut arus saja, meneruskan kebiasaan "merasa dibutuhkan" itu. Dia merasa dirinya yang seperti itu sangat menyedihkan. Tapi tidak tahu cara mengubahnya. Menyebalkan. Kalau harus mengungkit hal yang menyebalkan dari Snezhnaya, mungkin itu karena terlalu banyak rekan kerja yang tidak bisa dia tolerir dan benci. Awalnya dia mengamati perasaannya sendiri dengan penuh kehati-hatian. Dia khawatir, seperti saat dia awalnya membenci Alain lalu akhirnya menemukan ada bagian dari dirinya yang ternyata bisa disukai olehnya, hal yang sama mungkin terjadi pada rekan-rekan kerjanya. Tapi tidak bisa. Dia menemukan bahwa ada orang yang meski waktu sudah lama berlalu, seberapa pun objektifnya dia dalam mencatat, dia tetap tidak bisa menahan rasa tidak sukanya pada mereka. Berbeda dengan kasus Alain, bagian yang tidak dia sukai dari orang-orang ini jauh lebih banyak daripada yang dia sukai. Bahkan, tidak ada bagian yang dia sukai sama sekali. Dia juga tidak tahu cara mengubah situasi ini. Dia tidak ingin mengubah orang lain, apalagi mengubah dirinya sendiri. Ah, menyebalkan! Mungkin dirinya masih dalam proses belajar, masih berlatih bagaimana cara menjalani hidup. Mungkin referensi yang bisa didapatnya tidak cukup, pengetahuannya tidak cukup. Pengetahuan adalah fondasi dunia, begitu yang sering didengarnya dari Alain, dan begitu pula yang sering dikatakannya pada diri sendiri. Semoga dalam proses menumpuk batu demi batu di masa depan, dia bisa menemukan jawaban atas masalah-masalah itu. Tidak perlu buru-buru, dia punya banyak waktu. Soal sekarang ... katanya Tsaritsa merekrut Harbinger baru, yang kerjanya seharian nyanyi-nyanyi di taman? Hmm, agak penasaran juga, coba lihat ah .... * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Kisah Karakter 4 | Tidak masuk akal!! Masa ada orang begitu di dunia ini?! Mengikuti orang terus tanpa alasan, datang ke depan pintunya tengah malam nyanyi-nyanyi tanpa alasan, menyerobot masuk ke waktu minum teh sore yang harusnya cuma buat sendiri tanpa alasan juga! Setelah diberi peringatan, bahkan dibalas dengan cara meletakkan pegas yang sangat berat di punggungnya, dia sama sekali tidak menunjukkan rasa menyesal, malah semakin lengket padanya! Memangnya dia tidak paham soal jarak sosial dan privasi orang lain ya? Katanya dia benar-benar menjalani hidupnya selama seminggu sambil membawa pegas berat itu? Ini maksudnya apa? Deklarasi perang? Biar semua orang tahu kalau dia orang yang mempermalukannya? Menyebalkan, kalau dia berani datang lagi mengganggu waktu minum tehnya, dia bakal dihidangkan minuman paling tidak enak sedunia! Namun ketika Columbina tanpa ragu-ragu meminum minuman itu dan mengeluarkan suara erangan kecil, Sandrone tiba-tiba melunak. Apa-apaan ini? Kok jadinya kayak aku yang menindasnya?! Apa ini orang tidak punya rasa curiga sedikit pun kalau orang lain bisa menyakiti dia? Bahkan sedetik pun tidak bisa curiga? Seberapa polosnya dia?! Dengan perasaan bersalah yang campur aduk dan hati nurani yang merasa dikecam, Sandrone kembali menyajikan kudapan teh simpanannya. Melihat senyum yang kembali muncul di wajah Columbina, Sandrone tiba-tiba merasa tidak enak lagi. Ah! Menyebalkan! Terutama ketika beberapa saat kemudian, dia langsung tidur siang di ruangannya tanpa sungkan, rasa kesal itu semakin menguat. "Kamu tidak punya ruangan sendiri?!" tanyanya dengan nada menuntut. "Ada. Tapi di sini lebih tenang." jawabnya dengan santai, seolah Sandronelah yang aneh dengan bertanya begitu. Tunggu saja. Sandrone bertekad dalam hati. Lain kali, lain kali! Aku pasti akan mengusir orang ini! Kalau dia tidak pergi, kasur sekalian orangnya akan kulempar ke luar! Rugi satu kasur, tapi mendapatkan ruang pribadi yang tenang, transaksi yang lumayan! Tapi saat dia melihat Columbina berbaring di tempat tidurnya lagi, hatinya kembali melunak. Karena dalam tidurnya, Columbina seperti sedang menangis. Apaan sih? Kenapa pilih waktu kayak gini buat kelihatan menyedihkan? Biasanya kok kayaknya tidak punya perasaan, gampang percaya orang, polos dan baik hati, seolah-olah kamu yakin semua orang di sekitarmu itu baik dan dunia ini benar-benar indah .... Agak mirip .... Agak mirip dirinya sendiri di masa lalu. Sebuah suara dalam hati berkata. Dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sama sekali tidak mirip! Dia sibuk membantah. Setidaknya aku lebih pintar dari dia! Ketika Columbina terbangun dan mendapati dirinya sudah diselimuti, dia tersenyum ke arah Sandrone. "Bukan aku," dia berbohong ringan, "Pulonia yang menyelimutimu." Kenapa harus berbohong seperti itu? Dia sendiri tidak mengerti. Yang dia tahu, saat itu dia memang tidak ingin mengakuinya. Sama sekali tidak mau. "Kalau begitu, terima kasih, Pulonia." Ucapnya sungguh-sungguh kepada Pulonia. "Kamu mimpi apa?" Rasa ingin tahunya menang. Setelah hening sejenak, Columbina mulai bercerita tentang masa lalunya. Hanya karena dia bertanya, Columbina pun bercerita. Begitu saja, tanpa basa-basi dan tanpa ancang-ancang sedikit pun. Setelah mendengar itu semua, Sandrone semakin yakin dengan pikirannya sendiri. Ya, mereka berdua benar-benar berbeda. Dunia merenggut apa yang pernah dimiliki Sandrone. Tapi Columbina, dia tidak pernah benar-benar memilikinya. Sama sekali berbeda. "Itu alasan kamu sering memandangi bulan di halaman setiap malam?" Dia mengangguk. "... Kalau kamu mau, hari ini Pulonia bisa menemanimu di taman." "Benar?" tanya orang itu. Sandrone tidak menjawab. "Terima kasih, Sandrone." "Hah, terima kasih deh sama Pulonia." ujarnya dengan sedikit jengkel, "Sekarang, keluar dari ruanganku. Bersama Pulonia." Itu adalah pertama kalinya Sandrone tidur tanpa ditemani Pulonia sejak kematian Alain. Tapi entah kenapa, dia justru tidur dengan tenang. Seolah-olah kalau Pulonia berhasil menghibur orang itu, sesuatu di dalam diri Sandrone sendiri pun ikut terobati. Dia tidak bisa menjelaskannya, tapi dia merasa memang begitulah seharusnya. Tapi keesokan harinya, ketika Pulonia muncul di rapat Fatui dengan mahkota bunga di kepala dan bunga-bunga menancap di sekujur tubuhnya, Sandrone kembali menggertakkan gigi sambil bersumpah dalam hati, dia tidak akan pernah lagi melunak pada orang yang tidak tahu sopan santun ini! "Co-lum-bi-na!!" Jadi pada hari itu, selama Sandrone mencabut bunga-bunga Pulonia yang mengganggu, Columbina diperintahkan untuk diam saja berdiri di depan pintu kamar Sandrone. Di lehernya digantungkan sebuah papan: "Aku anak nakal yang suka jahilin barang orang lain". Tapi entah kenapa, dia kelihatan senang juga. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 5 |
| Kisah Karakter 5 | Dengan bantuan "hadiah" Alain, dia mendapatkan kelahiran keduanya. Dia selalu merasa dirinya cerdas, setidaknya lebih cerdas dari kebanyakan orang. Tapi baru sekarang dia menyadari kalau dirinya sendiri sebenarnya jauh lebih bodoh dari yang dibayangkannya. Seharusnya dia sudah melakukan ini dari dulu. Begitu katanya pada diri sendiri. Seharusnya dari dulu dia menerima perasaannya sendiri, memahami arti kehilangan dan apa yang tersisa. Seharusnya dari dulu dia lebih sering mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya, dan memperbanyak teman. Seharusnya dia sudah kembali ke Fontaine, berziarah ke makam Alain, dan menceritakan semua yang dia alami setelah kepergiannya .... Tidak ada kata terlambat untuk memulai, kata Columbina padanya. Kalimat itu pun dulunya dipelajari Columbina dari orang lain. Dia mendengus kecil, sedikit tidak terima. Tidak disangka ada masa-masa Columbina yang mengajarinya cara menjalani hidup. Tapi dia tetap menerimanya. Dia mengakui kalau apa yang dikatakan Columbina tidak salah. Setelah mendengar kabar kebangkitan Sandrone, pihak Snezhnaya pun mengirimkan ucapan bersimpati dan perhatian, lalu dengan "murah hati" mengizinkannya menikmati "cuti berkabung" untuk posisinya. Adapun keputusan Sandrone yang ingin tetap tinggal di Fatui, Tsaritsa pun tidak banyak bicara dan langsung mengizinkannya. Dia tahu pasti ada orang-orang yang tidak senang, karena ini berarti kekuasaan dan keuntungan yang sudah dibagi-bagi bersamaan dengan kematiannya itu kini lenyap begitu saja. Tapi dia tidak peduli soal omongan orang, sekarang dia mau hidup sesuka hatinya, ini adalah kehidupan keduanya. Harinya harus dijalani lebih bebas dari sebelumnya, dan kalau lagi kesal, makiannya juga harus lebih keras dari dulu. Heh, memang mau apa? Masa seseorang itu benar-benar mengira Adventurers' Guild beserta para Katheryne akhirnya sepenuhnya ada di bawah perintahnya? Tidak mungkin. Tentu saja, tidak selalu seenak itu. Setiap kali menerima notifikasi rapat Fatui, dia tetap saja mendelik seperti dulu, mengumpat dengan kesal. "Huff, kenapa banyak banget sih rapat yang harus kuikuti?! Menyebalkan!" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |
| Pulonia | Saat pertama kali Sandrone melihatnya, sosok besar itu langsung menjulurkan tangan padanya. Perilaku meniru manusia yang sederhana. Begitu penjelasan Alain. Pulonia pada dasarnya adalah mesin aritmetika, sebuah mekanisme untuk mengamati peristiwa di masa depan. Namun dia tetap berharap Pulonia bisa memiliki penampilan yang sedikit menyerupai manusia, dia tidak ingin orang lain memandangnya sebagai mesin dingin dan tanpa perasaan. Sama seperti Sandrone, Pulonia juga unik dan tiada duanya. Dia senang punya anggota keluarga baru. Dia bakal mengajaknya jalan-jalan, mengajarinya mengenali bunga dan burung. Tapi Pulonia belajar lambat sekali, jauh lebih lambat darinya. Alain menjelaskan bahwa itu karena daya komputasi inti Pulonia semuanya digunakan untuk menghitung masa depan. Kenapa harus memperhitungkan masa depan, tanyanya. Alain mengatakan sesuatu yang baru bisa Sandrone pahami jauh di kemudian hari. Tapi saat itu, dia hanya merasa Pulonia itu cukup hebat, bahkan sedikit iri padanya. Kenapa dia sendiri tidak bisa menghitung sesuatu yang sehebat itu? Tapi si raksasa hebat ini sama seperti Alain, juga butuh dirawat. Dia sering macet di tengah jalan waktu jalan-jalan, dan menyiramkan air ke dirinya sendiri waktu menyiram bunga. Karena itu, tiap ada waktu luang, dia terpaksa belajar dan mengkalibrasi Pulonia sendiri, rasanya seperti merawat adik sendiri. Begitu juga setelah Alain meninggal. Hari itu, sepulang dari pemakaman Alain, Sandrone berdiri melamun di ruangan, tidak bergerak seperti mainan yang rusak. Jas hujannya belum dilepas, pintu masih terbuka, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu, dia menyadari Pulonia mendekat dengan langkah-langkah gontai, persis seperti saat pertama kali mereka bertemu, dan menjulurkan tangan kepadanya. Dia menatap tangan itu. Tangan yang begitu besar, yang menopang masa depan seluruh dunia. Dan mulai sekarang, tangan itu juga harus menopang masa lalunya. Dia tak sanggup menanggung kehilangan ini, kehampaan yang ditinggalkannya hampir menghancurkannya. Semua beban itu, semuanya harus ditopang oleh Pulonia. Namun dia tak pernah mengeluh. Masa depan dunia memang telah ditopang oleh Pulonia, tapi Pulonia justru tidak bisa menanggung bebannya sendiri. Sandrone tidak pernah menyerah untuk memperbaiki Pulonia. Tapi dengan pengetahuan dan kemampuan teknis yang dimilikinya sekarang, dia tahu kalau dia tidak mampu memulihkan inti Pulonia sepenuhnya. Dia juga tidak mau setengah-setengah membangkitkan Pulonia yang bahkan tidak ingat siapa dirinya sendiri. Itu adalah penghinaan bagi Pulonia yang hebat itu, bagi anggota keluarganya sendiri. Jadi, dia membawa Pulonia kembali ke tempat tinggal lamanya, rumah yang pernah mereka huni bersama. Dan sesekali, Sandrone akan kembali mengunjunginya. Dia berharap suatu hari nanti, berkat usahanya sendiri, Pulonia akan kembali mengeluarkan suara menyalanya yang tersendat-sendat, dan kembali mengulurkan tangannya yang besar itu kepadanya. * Terbuka saat Persahabatan Lv. 4 |
| Stellar Linchpin | Setelah mendapatkan Stellar Linchpin, dia juga tidak terlalu bergantung pada batu kecil bercahaya itu. Tentu saja dia tahu bahwa batu kecil itulah yang mengaktifkan "hadiah" Alain, sehingga dia bisa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, dan untuk itu, dia memang berterima kasih pada benda kecil itu. Yang membuatnya kesal adalah, benda itu sepertinya tidak terlalu banyak membantu dalam kehidupan sehari-harinya. Membantu penelitiannya? Tapi dia mengandalkan otaknya sendiri. Stellar Linchpin juga tidak bisa bantu dia menulis rumus. Mengarahkan kekuatan elemennya? Tapi dia memang tidak terlalu mengandalkan kekuatan elemen dalam pertarungan bahkan tanpa Stellar Linchpin pun. Memberikan dukungan energi? Tapi struktur tubuhnya sepertinya tidak cocok dengan benda kecil ini. Berkat sang "Lord-Artificer" Alain yang hebat, dia sudah punya sistem suplai energi inti yang bisa dibilang sempurna .... Pada akhirnya, yang paling sering digunakannya adalah elemen Cryo Stellar Linchpin untuk mendinginkan sistem dirinya sendiri dan Fagio. Ini sangat efektif saat menjalankan perhitungan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Selain itu, demi efisiensi tempur dan pemanfaatan energi, dia pun menyesuaikan logika serangan Fagio saat bertarung agar cocok dengan Stellar Linchpin. Kalau kamu tanya soal keinginan, dia hanya akan bilang kalau konsep "keinginan" itu terlalu abstrak dan rumit. Dia ingin menganalisis segala hukum di dunia ini dan terus-menerus membangun fondasi pengetahuan. Apa itu bisa disebut keinginan? Tentu saja. Tapi apa itu sudah semuanya yang diinginkannya? Tentu saja tidak. Dia sedang melakukan hal yang ingin dia lakukan, hal yang dia anggap benar, dan itu membuatnya bahagia. Mungkin itu sudah cukup. Siapa yang bisa bilang suara keinginan seperti itu tidak cukup kuat? Siapa yang bisa menyalahkan pikiran yang hanya ingin menjalani hidup sesuai keinginan sendiri? Sebuah keinginan tidak seharusnya lebih mulia dari keinginan yang lain. Begitu menurutnya. Setiap orang punya hidupnya sendiri. Kalau ada yang berani mempermasalahkan ini, orang itu pantas mendapat omelan pedas dari Sandrone. Kalau masih tidak terima, Sandrone mungkin akan mendengus sambil menunjuk ke langit. "Pergi sana, cari sendiri orang yang ngirimin aku ini dan komplain sama dia!" * Terbuka saat Persahabatan Lv. 6 |




















85 responses to “Sandrone”
Can you people all just shut up at this point you all are ruining sandrone’s page and flooding it with bullshit fighting. I hope the mods delete all your comments so we have REAL and RELEVANT comments to come and read. It’s really gross all the recent comments on the side is just arguments of something not even about the character’s function and kit, and stupid homophobia and name calling, and people fueling the fire by responding. Just shut up.
yikes incels are crying in this comment section
anyways long live sandrone! sandbina! and yuri!
No one is crying just bunch of people are triggered by random troll, kinda funny to watch.
A game made by STRAIGHT developers, following the rules made by a STRAIGHT party, inside a country with a STRAIGHT culture, yet somehow it has lesbian characters…?
Dear yuritards, you are not Hoyo’s target audience; you never were and never will be. You don’t bring money to them—incels do. And if you don’t bring money to them, why the fuck should they make lesbian characters? All you did was spreading some shitty woke agenda and destroyed every single thing you touched. Prepare to cry when Columbina and Sandrone join Aether’s harem (Lumine is not canon). I will enjoy your tears.
crazy ur saying this w kiana existing as their most beloved mc
You forgot your meds again ehhh
Ain’t your country got Gay capital or something? What is your issue with Lesbians?
Why are you complaining with your high IQ brain
What is wrong with you, ain’t you got enlisted for ruining the lives of Pals
Go put on your Black Hat and use your high IQ to memorize your holy book
Oh, my dear… such harsh words, and frankly, so dreadfully outdated. You must be living under a rock in Minlin to only notice this now. The community has been setting the tone since version 1.0 with Ganyu and Keqing, moving through the corridors of my own Grand Narukami Shrine with my dear Ei, all the way to Sumeru and Fontaine.But let me enlighten your limited mind with a fun little fact: officially, there are no canon couples. The creators are quite brilliant at selling a sweet illusion where everyone seems to have eyes only for the Traveler. Have you ever actually bothered to read the birthday letters they send? They are practically love letters.So, tell me… if you play as Aether and harbor such an aversion to these dynamics, I have some news for your fragile little world: in your game, all those tall, dashing male characters are actually vying for your protagonist’s affection. What a delicious irony, don’t you think? Save your tears about ‘agendas’ and ‘harems’, little man. Watching you writhe in frustration over fantasies inside your own head is the finest entertainment I’ve had in centuries.
Oh, my dear… such harsh words, and frankly, so dreadfully outdated. You must be living under a rock in Minlin to only notice this now. The community has been setting the tone since version 1.0 with Ganyu and Keqing, moving through the corridors of my own Grand Narukami Shrine with my dear Ei, all the way to Sumeru and Fontaine.But let me enlighten your limited mind with a fun little fact: officially, there are no canon couples. HoYo is quite brilliant at selling a sweet illusion where everyone seems to have eyes only for the Traveler. Have you ever actually bothered to read the birthday letters they send? They are practically love letters.So, tell me… if you play as Aether and harbor such a pathetic aversion to anything queer, I have some terrible news for your fragile little world: in your game, all those tall, handsome male characters are actually vying for your protagonist’s affection. What a delicious irony, don’t you think?Save your tears about ‘agendas’ and ‘harems’, little man. Watching you writhe in frustration over fantasies inside your own head is the finest entertainment I’ve had in centuries. Do cry more, it’s highly amusing
I’m always amazed how incels willingly call themselves incels.
Clear troll. Guys don’t be stupid enough to give him a proper response like he wants. HE wants you to waste your energy trying to argue or convince him, don’t give him satisfaction of wasting your effort. We all know from EVERY hoyo game that hoyo loves Yuri, he’s clearly a troll or too stupid to comprehend any point you make to him. Either way, a waste to argue with.
I’ve watched too much catdrone
see it’s quite simple. I like one girl, it also means I like two girls, which also means I like two girls kissing.
this tbh
You sound like someone with a cuck fetish.
Keys, yuritard.
I was once believe everyone is equal but sandbina shippers prove me wrong. These disgusting yuritards are sub-human, notice how the world suddenly went to shit in late 2025 till now? Same time as sandbina ship are made, coincidence? i think not.
As long as there is a yuritard breathing, there will never be peace. if only murder is legal…..
Get lost braindead af mf , why tf u still here rage baiting ppl ?
Go hide in ur bunker, crunch the next cyber spyware with ur high IQ
Obese land whale from the favelas of Brazil is currently clapping her hands like a seal after reading this message. That’s the way to show it, sister!
Gurl, why is Brazil catching strays? Why the hate towards Brazil?
Who the fuck you think you are and why i should listen to you disgusting yuritard?
You are wayyy less important than you think you are.
Normal people’s life are matter, yuri shipper’s are not, those sub-human only know how to leech and destroy any communitiy they touch and if you defending them, you are one of them too.
Your life is nothing, you serve zero purpose, you should kiu yourself now.
Don’t bother with the insults, that kind of guy just enjoys the attention. Instead, do like me, think of him as a poor kid whose mother left the house when he was 8 to live with another woman.
Think about how he was sad and alone all those years, now forced to shitpost on internet because it’s the only way he’ll get the attention he’s so desperately craved for his whole life.
Think about how miserable he must be, and how your life is wonderful compared to his. Now every time you’ll see one of his posts, you’ll realize how lucky you are you’re not him, and that’ll bring a smile on your face 🙂
you are the retarded ones any normal human who lived a normal life would say and agree with him, actually its you the one who suffered a childhood traumas and they had to force these disgusting agendas on you and make your brain like a rotten fish a normal human create a family and live in a normal family and knows how family is important if you think these agendas that go against biology and nature are normal humans it tells how much your mind is so rotten you can’t even think about one creative idea in your life
Think about how miserable you must be living with corrupted gay family possibly two white men and u are black lol, and how your life is trash compared to his. Now every time you’ll see one of his posts, you’ll realize how lucky he is and you’re not him, and that’ll bring a smile on my face.
Thank you, I missed the circus but you stayed back so I could see the clown.
I actually like that we got a new outfit on her, it looks kinda cute. I can bring back her old outfit with mod and switch between both with single key press. Win-win situation. Her old outfit needs some recoloring first thou.