Ballad of Love and Lament

Ballad of Love and Lament
Ballad of Love and LamentNameBallad of Love and Lament
FamilyArtifact Piece, Circlet of Logos
RarityRaritystrRaritystrRaritystrRaritystrRaritystr
Part of the Set
A Day Carved from Rising Winds
A Day Carved from Rising Winds
Conversion Exp3780
Max Level21
Artifact AffixA Day Carved from Rising Winds
2-PieceATK +18%.
4-PieceSetelah Normal Attack, Charged Attack, Elemental Skill, atau Elemental Burst mengenai musuh, akan mendapatkan “Blessing of Pastoral Winds” selama 6 detik: ATK +25%. Jika Karakter yang mengenakan sudah menyelesaikan “PR Penyihir”, maka Blessing of Pastoral Winds akan meningkat menjadi “Resolve of Pastoral Winds” yang juga akan meningkatkan CRIT Rate Karakter yang mengenakan sebesar 20%. Efek ini juga dapat terpicu saat Karakter yang mengenakan ada di dalam party namun sedang tidak berada di medan pertempuran.
DescriptionAksesoris rambut mewah, dihiasi dengan batu giok dan kristal biru, konon katanya merupakan tanda yang diberikan oleh Lord of Storm kepada orang yang dicintainya di masa lampau.

Table of Content
Similar Pieces
Set Pieces
Similar Sets
Stats
Item Story
Gallery

Similar Pieces

IconNameRarityFamily
Ballad of Love and Lament
Ballad of Love and Lament4
RarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Circlet of Logos
items per Page
PrevNext

Set Pieces

IconNameRarityFamily
Ballad of Love and Lament
Ballad of Love and Lament5
RarstrRarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Circlet of Logos
Daylight's Brilliant Oath
Daylight's Brilliant Oath5
RarstrRarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Plume of Death
Windborne Flower's Inscription
Windborne Flower's Inscription5
RarstrRarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Flower of Life
A Note in Spring's Song
A Note in Spring's Song5
RarstrRarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Sands of Eon
Banquet's Unspoken Tale
Banquet's Unspoken Tale5
RarstrRarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Piece, Goblet of Eonothem
items per Page
PrevNext

Similar Sets

IconNameRarityFamily
A Day Carved from Rising Winds
A Day Carved from Rising Winds4
RarstrRarstrRarstrRarstr
Artifact Set
items per Page
PrevNext

Stats

Main Stats

Ballad of Love and Lament
Daylight's Brilliant Oath
Windborne Flower's Inscription
A Note in Spring's Song
Banquet's Unspoken Tale
Health %
Attack %
Defense %
Energy Recharge %
Elemental Mastery
Attack Flat
Critical Rate %
Critical Damage %
Additional Healing %
Health Flat
Pyro Damage %
Electro Damage %
Cryo Damage %
Hydro Damage %
Anemo Damage %
Geo Damage %
Dendro Damage %
Physical Damage %

⭐⭐⭐⭐

+0+1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11+12+13+14+15+16
Health %6.3%8.1%9.9%11.6%13.4%15.2%17.0%18.8%20.6%22.3%24.1%25.9%27.7%29.5%31.3%33.0%34.8%
Attack %6.3%8.1%9.9%11.6%13.4%15.2%17.0%18.8%20.6%22.3%24.1%25.9%27.7%29.5%31.3%33.0%34.8%
Defense %7.9%10.1%12.3%14.6%16.8%19.0%21.2%23.5%25.7%27.9%30.2%32.4%34.6%36.8%39.1%41.3%43.5%
Critical Rate %4.2%5.4%6.6%7.8%9.0%10.1%11.3%12.5%13.7%14.9%16.1%17.3%18.5%19.7%20.8%22.0%23.2%
Critical Damage %8.4%10.8%13.1%15.5%17.9%20.3%22.7%25.0%27.4%29.8%32.2%34.5%36.9%39.3%41.7%44.1%46.4%
Additional Healing %4.8%6.2%7.6%9.0%10.3%11.7%13.1%14.4%15.8%17.2%18.6%19.9%21.3%22.7%24.0%25.4%26.8%
Elemental Mastery25.232.339.446.653.760.86875.182.289.496.5103.6110.8117.9125132.2139.3

⭐⭐⭐⭐⭐

+0+1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11+12+13+14+15+16+17+18+19+20
Health %7.0%9.0%11.0%12.9%14.9%16.9%18.9%20.9%22.8%24.8%26.8%28.8%30.8%32.8%34.7%36.7%38.7%40.7%42.7%44.6%46.6%
Attack %7.0%9.0%11.0%12.9%14.9%16.9%18.9%20.9%22.8%24.8%26.8%28.8%30.8%32.8%34.7%36.7%38.7%40.7%42.7%44.6%46.6%
Defense %8.7%11.2%13.7%16.2%18.6%21.1%23.6%26.1%28.6%31.0%33.5%36.0%38.5%40.9%43.4%45.9%48.4%50.8%53.3%55.8%58.3%
Critical Rate %4.7%6.0%7.3%8.6%9.9%11.3%12.6%13.9%15.2%16.6%17.9%19.2%20.5%21.8%23.2%24.5%25.8%27.1%28.4%29.8%31.1%
Critical Damage %9.3%12.0%14.6%17.3%19.9%22.5%25.2%27.8%30.5%33.1%35.7%38.4%41.0%43.7%46.3%49.0%51.6%54.2%56.9%59.5%62.2%
Additional Healing %5.4%6.9%8.4%10.0%11.5%13.0%14.5%16.1%17.6%19.1%20.6%22.1%23.7%25.2%26.7%28.2%29.8%31.3%32.8%34.3%35.9%
Elemental Mastery2835.943.851.859.767.675.583.591.499.3107.2115.2123.1131138.9146.9154.8162.7170.6178.6186.5

Extra Stats

⭐⭐⭐⭐

Tier 1Tier 2Tier 3Tier 4
Health Flat167.3191.2215.1239
Health %3.26%3.73%4.2%4.66%
Attack Flat10.8912.451415.56
Attack %3.26%3.73%4.2%4.66%
Defense Flat12.9614.8216.6718.52
Defense %4.08%4.66%5.25%5.83%
Energy Recharge %3.63%4.14%4.66%5.18%
Elemental Mastery13.0614.9216.7918.65
Critical Rate %2.18%2.49%2.8%3.11%
Critical Damage %4.35%4.97%5.6%6.22%

⭐⭐⭐⭐⭐

Tier 1Tier 2Tier 3Tier 4
Health Flat209.13239268.88298.75
Health %4.08%4.66%5.25%5.83%
Attack Flat13.6215.5617.5119.45
Attack %4.08%4.66%5.25%5.83%
Defense Flat16.218.5220.8323.15
Defense %5.1%5.83%6.56%7.29%
Energy Recharge %4.53%5.18%5.83%6.48%
Elemental Mastery16.3218.6520.9823.31
Critical Rate %2.72%3.11%3.5%3.89%
Critical Damage %5.44%6.22%6.99%7.77%

Item Story


Anggur merah bagaikan darah berkilau di dalam gelas keemasan, dan giok berwarna air menyentuh kepang pucat.
Kakinya tak lagi menginjak serpihan salju perak, hanya serpihan halus seperti salju yang jatuh ke jari-jari kakinya.
Di bawah bayangan menara tinggi, dalam penjara yang mabuk akan delusi, pemburu wanita itu percaya bahwa dirinya disayangi oleh seorang tiran.
Sama seperti pengrajin pengembara yang memberikan seekor burung mekanik terbuat dari emas murni kepadanya, memohon hanya untuk hidupnya.
Kedua pergelangannya juga dipotong oleh tebasan angin kencang milik rajanya, agar mainan seperti itu tidak akan dimiliki orang lain lagi.

Keturunan yang tidak tahu apa-apa itu menundukkan kepala pada angin ganas, mengajukan dirinya seperti korban Raja Menara.
Pemburu yang dulunya hidup bersama burung hantu di dahan-dahan kering dan menari bersama elang di daratan gersang itu,
tidak tahu Lord of Wind yang ditakuti oleh semua orang akan memilihnya sebagai pelayan kepercayaan karena keahliannya dalam memanah.
Seperti sebelum bertemu dengan rajanya, dia tidak memahami rasa kasih sayang yang hangat dan kebencian yang membara.
Seperti sebelum bertemu dengan rajanya, dia hanya pemburu yang tidak pernah memiliki hati manusia, berkelana di daratan gersang.

Jika ada mereka yang terlahir dengan impian kebaikan dan kebebasan, yang ingin menghancurkan dinding angin penuh keputusasaan dengan nyanyiannya,
dan jika para dewa pun bisa dipenjara oleh khayalan dan kesombongan mereka sendiri, hanya akan tenggelam dalam ilusi yang disebut keabadian,
maka, ada juga yang terlahir dengan kekurangan, yang hanya bisa mengisi kekosongan hatinya dengan kemelekatan yang buta.

"Tuanku tercinta, tidak ada yang pernah menunjukkan mimpi yang indah padaku selain dirimu"
"Baik ombak yang mencium lembut butiran pasir, maupun hutan hijau yang memeluk bumi dengan kesuburannya."

Angin kencang tidak akan mencerminkan penderitaan makhluk kecil yang meringkuk,
dan matanya hanya melihat sosok Raja Dewa yang agung.
Demi tuan yang mengajarkan arti cinta kepadanya,
tatapan ketakutan dan kebencian itu sudah seharusnya dipadamkan.

Namun ....

Tidak peduli kemenangan seperti apa yang dia berikan kepada rajanya,
berapa banyak tenggorokan yang harus ditusuk demi penjaranya,
berapa banyak desa pemberontak yang dia hancurkan,
berapa kali dia berbisik lembut di telinga rajanya,
Raja yang bertakhta di puncak menara, yang dimahkotai oleh angin ganas,
yang memandang rendah, menindas, dan memanjakan setiap rakyatnya,
namun tidak pernah mencurahkan kasih sayang yang ia ucapkan kepadanya ....
tidak pernah ragu untuk memberikan kasih sayang kepada rakyatnya,
angin ganas yang mampu menyobek daging dan darah manusia fana.

Terbangun dari cinta buta, dia baru menyadari,
sejak pertemuan pertama mereka, dari awal hingga akhir,
matanya tidak pernah melihat sosoknya.

Iya, iya ... jika tarian dan bisikan lembut pun tidak bisa menarik perhatiannya untuk sejenak,
jika semua kemuliaan berlumuran darah dan kesenangan dalam pembantaian tidak bisa membuatnya hanya memandang dirinya untuk selamanya ...

... maka biarkan pandangannya terpaku pada saat dia meninggalkan jejaknya ....
Inilah satu-satunya cara yang dia pahami untuk membalas cinta sang raja ...
... cinta yang pernah dia tunjukkan, satu-satunya yang bisa disebut sebagai cinta sejati.
Karena dia berbicara tentang cinta, tetapi hanya disertai angin yang tajam bagai pedang.

"Tuanku tercinta, selain dirimu, hatiku tidak akan mencintai siapa pun lagi."
"Jadi, kumohon ... hanya memandang diriku seorang, tidak ada yang lain selain aku."

Demikianlah kata manusia fana yang tidak paham soal cinta, kepada dewa yang tidak mengetahuinya.
Bahkan saat mereka saling menghancurkan, mereka pun tidak memahami perasaan satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TopButton