
![]() | Name | Hurlock Variations |
| Type (Ingame) | Material Talenta Karakter | |
| Rarity | ||
| Item Source (Ingame) | 商城中购买获取 | |
| Description | Model pakaian Charlotte. Pakaian yang dulunya digunakan sebagai kostum syuting Detektif Hurlock yang Hebat ini diberikan oleh kru produksi kepada Charlotte sebagai kenang-kenangan setelah proses syuting rampung. |
| Table of Content |
| Item Story |
| Obtained From |
| Gallery |
Item Story
| "... Jadi, sesuai naskah aslinya, pada akhirnya aku harus bertarung melawan Jacoba di reruntuhan bekas markas Asosiasi Liliacruces, lalu nasib kami berdua ... tidak diketahui?" Tanya Charlotte, yang pada akhirnya menerima undangan Lepine-Pauline dan membaca naskah bersamanya. Ia akan memerankan Hurlock dalam film yang diproduksi oleh Lepine-Pauline, berjudul Detektif Hurlock yang Hebat. Meskipun dalam naskah Lepine-Pauline, Detektif Hurlock yang Hebat yang menegakkan keadilan adalah seorang wanita yang cerdas, tajam, dan licik, sementara asistennya, Nona Jacoba, juga merupakan seorang wanita yang berwibawa dengan kekuatan fisik yang hebat sekaligus bijaksana. Namun bagaimanapun juga, inti dari cerita ini selalu tidak berubah: Di bawah permainan tangan Nona Jacoba—dalang terbesar dan penjahat utama dalam seluruh buku ini—Hurlock pun terseret ke dalam satu demi satu kejahatan misterius. Hingga akhirnya, saat ia berhasil mengungkap seluruh kebenaran, ia pun tanpa ragu menuju reruntuhan markas Asosiasi Liliacruces untuk menghadapi Jacoba dalam pertarungan akhir antara kebenaran dan kejahatan .... Tentu saja Charlotte sangat hafal isi buku ini, karena pada waktu itu justru dialah yang menjadi editor penanggung jawab untuk bab terakhir buku Detektif Hurlock yang Hebat. Di bab terakhir, Hurlock dan Jacoba jatuh bersama dari tebing yang tinggi, dan Agen Gina yang datang tidak lama setelahnya hanya menemukan tongkat Hurlock yang tergeletak di tanah .... Charlotte masih ingat dengan jelas, sehari setelah bab ini diterbitkan di koran, surat-surat yang berdatangan hampir membanjiri The Steambird. Ada yang berkata bahwa dirinya sendiri terinspirasi oleh Hurlock untuk meniti karier sebagai detektif dan sama sekali tidak bisa menerima kenyataan bahwa sang mentornya harus gugur karena terjatuh dari tebing. Ada yang mempertanyakan apakah pihak redaksi telah menekan sang penulis untuk menyelesaikan karyanya lebih awal sehingga ia terpaksa terburu-buru menulis akhir cerita seperti itu. Bahkan ada yang langsung mendatangi kantor redaksi dan bersikeras ingin bertemu langsung dengan sang penulis .... Dan kini, ia yang dulunya adalah editor penanggung jawab bab terakhir Detektif Hurlock yang Hebat, akan segera memerankan sendiri Hurlock sang detektif hebat itu. "Percayalah padaku, kamu adalah pilihan yang paling sempurna! Di seluruh Fontaine, aku yakin tidak ada yang lebih memahami Hurlock daripada kamu! Kamu yang paling cocok untuk memerankannya!" Lepine-Pauline menggenggam tangan Charlotte erat-erat, sebagian karena kegembiraan dan rasa percaya yang tulus, sebagian lagi karena ia kembali menginvestasikan seluruh dananya tanpa tahu apakah akan balik modal atau tidak. "Kalimat itu pernah aku baca di buku ..." Charlotte menggunakan segala cara agar tangannya yang nyeri karena dicengkeram itu bisa lolos, tetapi Lepine-Pauline terus mengejar dengan penuh semangat sampai tangannya pun segera terperangkap kembali. "'Astaga, dia itu mungkin adalah orang yang paling mengenalmu di seluruh dunia ini, Hurlock. Jangan sampai kau dipermainkan olehnya!' ... ini kalimatnya, kan? Aku ingat betul!" "Tapi ... kalimat itu diucapkan oleh Agen Gina, dan yang dia maksud adalah Jacoba. Setelah mengetahui kalau Jacoba adalah dalang di balik semuanya, ia mencoba mencegah Hurlock pergi ke reruntuhan markas Asosiasi Liliacruces untuk memenuhi janji itu ...." "Aku sudah tahu tidak akan salah mengundangmu! Lihat saja kamu, persis seperti Jacoba yang sesungguhnya!" "Kalau kamu terus bicara begitu, aku merasa sisi gelapku mulai bergejolak. Bukankah yang aku perankan itu Hurlock? ...." "Itu betul! Tapi dengarkan aku dulu—" Malam yang panjang itu pun berlanjut, keduanya terus berdiskusi tanpa henti demi memperjuangkan keadilan Hurlock dan demi nasib penjualan tiket film ini di masa mendatang. Untungnya, film hanyalah film, dan "sisi gelap" yang sedikit bertunas dalam hati Nona Charlotte pun hanya muncul demi pertunjukan .... "... Eh, Nona Lepine-Pauline, aku punya satu permintaan kecil." "Silakan, bilang saja!" "Kalau film ini ada kesempatan dibuat sekuelnya, bolehkah aku ... memerankan Jacoba?" "Oh, kamu ingin memerankan penjahatnya? Si jenius jahat, dalang di balik segalanya, bayangan di bawah lilin, ular di balik dinding, musuh bebuyutan sekaligus sahabat sejati Hurlock ...." "Bukan begitu! Eh, maksudku— ini hanya sebuah film, kan? Selain Hurlock, Jacoba juga merupakan peran yang paling dinamis di ceritanya—" "Tidak masalah! Instingku bilang kalau ini ide yang bagus! Aku akan menginvestasikan seluruh pendapatan film ini untuk sekuelnya!" "Se-Seluruhnya? Kamu tidak mau mempertimbangkannya dulu?!" "Tidak perlu dipertimbangkan! Beginilah caraku bekerja, aku langsung terjun 100%! Dan di bagian berikutnya, kamu akan tetap jadi pemeran utama wanitanya!" "Ugh... kalau kamu bilangnya begitu, aku benar-benar seperti jadi dalang di balik semuanya—!" |






Gurl, why is Brazil catching strays? Why the hate towards Brazil?