
![]() | Name | Manuskrip Seorang Dewi (I) |
Type (Ingame) | Item Quest | |
Family | Non-Codex Series, loc_fam_book_family_6969393 | |
Rarity | ![]() | |
Description | Cerita yang ditulis oleh sang Dewi pencipta dunia. Ini adalah blueprint yang diciptakan oleh Simulanka dan merupakan sejarah yang tidak bisa diragukan lagi. |
Item Story
…. Francois memanjat tumpukan jerami,\ndan mengambil garpu jerami lalu menancapkannya dengan terbalik\ndi atas bukit rumput. Di belakangnya ada bulan penuh yang bersinar. Dia memanggil nama semua orang\nyang ada di desa. Kepala desa adalah yang pertama dipanggil.\nDia ketakutan sampai ingin memanjat naik ke tumpukan jerami untuk\nmendekap mulut Francois. “Kamu gila?! Suaramu kencang amat nanti si naga bisa dengar!” “Dasar pengecut!\nKamu lihat tidak kincir angin yang\ndibangun oleh semua orang dihancurkan begitu saja oleh si naga.\nTerus kamu malah takut suaraku bisa mengundang naga itu!”\nFrancois benar-benar ingin menendang kepala desa yang gemuk itu ke bawah.\nTapi mengingat kepala desa juga khawatir pada keselamatan warga di desa akhirnya dia menahan diri. Francois melihat orang-orang desa\nyang sudah berkumpul, dia berdeham, lalu mengatakan:\n”Para warga, apa kita masih perlu menahan diri?” “Tentu tidak. Tapi kita tidak berdaya di hadapan naga itu.”\ndemikian kata pemilik toserba. “Kata siapa?\nTadi aku barusan lompat dari kincir angin turun ke lehernya,\nlalu menginjaknya dua kali. Terus aku berhasil kabur, kan?” Mungkin karena semua orang bekerja keras\nuntuk membangun kincir angin itu dan dihancurkan begitu saja\nsehing█ s█mua warga jadi terbakar emosi. War█ m██angkat tangan, dan bertekad\nuntuk ███an si naga! Tapi Francois mengangkat tangan,\ndan menenangkan semuanya; “Hari ini kita pulang dulu.\nKalau sekarang kalian membabi buta, tanpa mempedulikan keselamatan diri,\nitu bukan keberanian melainkan emosi. Setelah kita menangkan diri\nbarulah kita hadapi bahaya tersebut, itu baru ‘keberanian’ yang sejati.” Semuanya pun kembali ke rumah.\nKeesokannya, masih ada banyak sekali anak muda yang bersedia mengikuti\njejak Francois untuk melawan naga jahat. …. Siapa sangka bahwa jiwa yang berani\nternyata diberkati perlindungan sang dewi Saat naga jahat bertemu dengan\n”pemberani” yang sejati, dia tidak bisa menyemburkan api atau\nmengeluarkan cakarnya, dan terpaksa harus mengizinkan musuhnya berhenti sejenak\ndan berganti orang. Lalu, setelah bertarung siang dan malam, naga jahat akhirnya tidak tahan lagi,\ndan memilih untuk menyerah. …. A.A. |
now imagine a hoyo team made of smart people, knowing how to improve the game, to create variety et...